Kekeringan Melanda Jember, Ratusan Keluarga Terima Bantuan Air Bersih dari BPBD

Senin, 20 Juli 2026. Pukul 15 : 39 WIB

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

( Dokumentasi : BPBD Kabupaten Jember mendistribusikan air kersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jawa Timur, pada Sabtu (18/7). Foto bersumber dari situs BPBD )

Jember, Jawa Timur – Musim kemarau yang terjadi sejak awal Juli 2026 mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Krisis air bersih melanda Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Kalisat, serta Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, mengakibatkan 870 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurunnya debit sumber-sumber air akibat minimnya curah hujan membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Pada Sabtu (18/7/2026), sebanyak 9.000 liter air bersih didistribusikan ke dua desa yang mengalami kekeringan agar kebutuhan dasar warga tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan laporan yang tersedia, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian ini. Selain itu, tidak dilaporkan adanya kerusakan rumah atau infrastruktur. Dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah berkurangnya ketersediaan air bersih akibat mengeringnya sumber-sumber air di wilayah tersebut.

Sementara itu, beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan juga dilaporkan mengalami kondisi serupa akibat musim kemarau. Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan serta menyiapkan langkah penanganan apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat.

Semoga kondisi cuaca segera membaik sehingga sumber-sumber air dapat kembali terisi dan masyarakat dapat beraktivitas dengan normal. Harapannya, upaya pemulihan serta penguatan infrastruktur penyediaan air bersih dan konservasi sumber daya air terus dilakukan oleh pemerintah agar dampak kekeringan di musim kemarau mendatang dapat diminimalkan.