Kekeringan Melanda Garut, Ratusan Keluarga di Sucinaraja Kesulitan Air Bersih

Rabu, 24 Juni 2026. Pukul 11 : 53 WIB

( Dokumentasi : BPBD Garut Mulai Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Status Darurat Bisa Diberlakukan, Foto bersumber dari situs JPNN )

Garut, Jawa Barat – Musim kemarau yang disertai fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Salah satu daerah yang terdampak adalah Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, di mana sekitar 350 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak akhir Mei hingga 22 Juni 2026. Pemerintah daerah bersama BPBD bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi ini dipicu oleh minimnya curah hujan selama beberapa pekan sehingga sumber-sumber air yang biasa dimanfaatkan warga mengalami penurunan debit. Akibatnya, aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi menjadi lebih sulit dipenuhi. Sejak laporan pertama diterima, pemerintah daerah telah mengerahkan armada tangki air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

( Dokumentasi : Personel BPBD Kabupaten Garut mendistribusikan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan di Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Senin (22/6), Foto bersumber dari situs BPBD )

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BNPB dan BPBD, dampak bencana ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka, serta tidak dilaporkan adanya kerusakan rumah. Dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah berkurangnya akses terhadap air bersih yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Hingga saat ini, distribusi bantuan air bersih masih menjadi langkah utama dalam penanganan kondisi tersebut.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Langkah antisipasi dilakukan melalui kesiapan personel, armada distribusi air bersih, serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila dampak kekeringan meluas.

Semoga kondisi cuaca segera membaik sehingga ketersediaan air bersih dapat kembali normal bagi masyarakat terdampak. Harapan juga disampaikan agar upaya pemulihan dan langkah-langkah mitigasi dari pemerintah terus diperkuat, sehingga risiko kekeringan serupa pada musim kemarau berikutnya dapat diminimalkan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga.