Kekeringan Melanda Dua Desa di Kabupaten Bogor, Ratusan Warga Terdampak Krisis Air Bersih

Senin, 15 Juni 2026. Pukul 17 : 16 WIB 

Kekeringan Melanda Nanggung Bogor, 217 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih

( Dokumentasi : Petugas BPBD Kabupaten Bogor saat mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Parakan Muncang, Nanggung, Kabupaten Bogor, Foto bersumber dari situs BPBD )

Keterbatasan Sumber Air Bersih Dirasakan Warga Citeureup dan Nanggung di Tengah Musim Kemarau

Bogor, Jawa Barat – Musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat turut berdampak pada masyarakat di Kabupaten Bogor. Berkurangnya ketersediaan air dari sumber-sumber alami menyebabkan ratusan warga di dua desa mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, kekeringan terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dan Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Sedikitnya 517 jiwa di Desa Gunung Sari dan 217 jiwa di Desa Parakan Muncang terdampak oleh kondisi tersebut. Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 734 jiwa.

Kekeringan yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan fisik pada rumah warga maupun fasilitas umum. Hingga laporan terakhir, tidak terdapat rumah yang mengalami kerusakan dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Namun demikian, keterbatasan akses terhadap air bersih menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi.

Warga Nanggung Bogor Mulai Alami Kekeringan, Ibu-ibu Berebut Air Bersih Kiriman BPBD

( Dokumentasi : KRISIS AIR BERSIH, Warga Kampung Parakan Muncang, RT. 03/04, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan pasokan air bersih dari BPBD , Foto bersumber dari situs BPBD )

Sebagai bentuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan distribusi air bersih kepada warga terdampak. Selain menyalurkan air menggunakan kendaraan tangki, petugas juga membantu mengisi penampungan dan toren air milik warga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, BPBD kembali menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih ke dua desa terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sambil terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa dampak musim kemarau tidak hanya dirasakan oleh sektor pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung melalui berkurangnya akses terhadap air bersih. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat.

Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi kondisi ini. Harapan juga disampaikan agar pasokan air bersih tetap terjaga, kondisi lingkungan segera membaik, serta berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dapat membantu mengurangi risiko kekeringan dan dampaknya bagi masyarakat di masa mendatang.