Selasa, 21 Juli 2026. Pukul 12 : 09 WIB

( Dokumentasi : Bima Dilanda Krisis Air Bersih. Foto bersumber dari situs Lombokpost )
Bima, Nusa Tenggara Barat – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berkurangnya debit sumber air menyebabkan 193 kepala keluarga (KK) atau 592 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Krisis air bersih yang terjadi membuat masyarakat harus menghemat penggunaan air untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mandi, mencuci, hingga sanitasi. Kondisi ini menjadi salah satu dampak yang umum terjadi saat musim kemarau berkepanjangan melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bima telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Pada Jumat (17/7/2026), sebanyak dua ritase atau sekitar 10.000 liter air bersih didistribusikan ke Desa Rasabou untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama pasokan air masih terbatas.

( Dokumentasi : Warga Desa RasaBou Krisis Air Bersih, Kapolres Bima Kabupaten Kerahkan Mobil Berkapasitas 5000 Liter Air Bersih. Foto bersumber dari situs CakrawalaNtb )
Berdasarkan informasi yang tersedia, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian ini. Selain itu, tidak dilaporkan adanya kerusakan rumah maupun infrastruktur. Dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah menurunnya ketersediaan air bersih akibat musim kemarau.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan akan menyesuaikan distribusi bantuan air bersih apabila kebutuhan masyarakat meningkat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga kondisi sumber air kembali normal.
Semoga kondisi cuaca di Kabupaten Bima segera membaik sehingga ketersediaan air bersih dapat kembali pulih dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Harapannya, upaya pemulihan serta peningkatan infrastruktur penyediaan air bersih dan pengelolaan sumber daya air terus diperkuat oleh pemerintah agar risiko kekeringan serupa dapat diminimalkan pada musim kemarau mendatang.

