Sabtu, 13 Juni 2026. Pukul 18 : 29 WIB
( Dokumentasi : Hingga Jumat, 12 Juni 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak , Foto bersumber dari situs idntimes )
Musim Kemarau Berdampak pada Dua Desa, Lebih dari 500 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih
Cilacap, Jateng – Memasuki musim kemarau tahun 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai mengalami kekeringan yang berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat. Berkurangnya debit air dari sumber-sumber alami menyebabkan ratusan warga di dua desa mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kekeringan terjadi di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi. Sebanyak 120 jiwa di Desa Kedungbenda serta 398 jiwa di Desa Karangkemiri tercatat terdampak oleh kondisi tersebut. Total sedikitnya 518 jiwa harus menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah tersebut.
Kondisi kekeringan ini tidak menyebabkan kerusakan fisik pada rumah warga seperti yang umum terjadi pada bencana banjir atau longsor. Namun demikian, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat karena berkurangnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Hingga laporan terbaru, tidak terdapat rumah rusak maupun korban jiwa akibat kejadian ini.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Cilacap bersama aparat terkait telah mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Di Desa Kedungbenda, ribuan liter air bersih telah disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, sementara koordinasi dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau berlangsung.

( Dokumentasi : BNPB: Ribuan liter air dipasok atasi kekeringan di Jateng , Foto bersumber dari situs Antara/BPBD )
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan lebih luas. Desa Karangkemiri sendiri diketahui merupakan salah satu wilayah yang hampir setiap tahun menghadapi ancaman kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba sehingga membutuhkan perhatian dan langkah mitigasi yang berkelanjutan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekeringan merupakan bencana yang dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat meskipun tidak selalu menimbulkan kerusakan bangunan. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari warga.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi musim kemarau ini. Harapan juga disampaikan agar kondisi cuaca segera membaik, sumber-sumber air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat, serta berbagai langkah penanganan dan pembangunan infrastruktur air bersih dapat terus ditingkatkan sehingga risiko kekeringan serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

