Sabtu, 18 Juli 2026. Pukul 11 : 53 WIB

( Dokumentasi : Petugas BPBD Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto bersumber dari situs Antara/BPBD )
Sukoharjo, Jawa Tengah – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kabupaten Sukoharjo. Sedikitnya 616 kepala keluarga (KK) atau 967 jiwa di tiga kecamatan mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga membutuhkan bantuan distribusi air dari pemerintah daerah.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Sukoharjo telah menyalurkan lima truk tangki air bersih dengan total sekitar 25.000 liter hingga Kamis (16/7/2026). Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Berdasarkan laporan BNPB, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Selain itu, tidak dilaporkan adanya kerusakan rumah atau infrastruktur, karena dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah krisis ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan distribusi bantuan air bersih apabila kebutuhan masyarakat meningkat. Langkah ini menjadi upaya jangka pendek untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.
Semoga kondisi cuaca di Kabupaten Sukoharjo segera membaik sehingga sumber-sumber air dapat kembali pulih dan masyarakat dapat menjalani aktivitas seperti biasa. Harapannya, berbagai upaya pemulihan serta penguatan infrastruktur penyediaan air bersih dari pemerintah dapat terus ditingkatkan agar dampak kekeringan pada musim kemarau mendatang dapat diminimalkan.

