Kehilangan Keluarga, Penyakit, dan Kesendirian, Tiga Lansia Ini Tetap Bertahan

Jumat, 31 Juli 2026. Pukul 17 : 06 WIB

Hari tua seharusnya menjadi masa untuk menikmati waktu bersama keluarga. Namun bagi sebagian orang, usia senja justru dipenuhi dengan berbagai ujian, mulai dari kehilangan orang-orang terkasih, kondisi kesehatan yang menurun, hingga keterbatasan ekonomi. Di tengah semua itu, mereka tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh ketabahan.

Tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia yang hidup dalam keterbatasan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Onah (75 Tahun), Tetap Bertahan Meski Kehilangan Banyak Orang Tercinta

Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Onah, lansia berusia 75 tahun yang telah kehilangan suami serta enam orang anaknya.

Dari dua anak yang masih hidup, keduanya hanya mampu membantu sesuai kemampuan karena juga menghadapi keterbatasan ekonomi. Selain itu, Ibu Onah mengalami hipertensi yang membuat aktivitas sehari-harinya sering terganggu dan tidak lagi sekuat dahulu.

Meski menghadapi berbagai cobaan, beliau tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran.


Imas (52 Tahun), Berjuang Menjalani Hidup Bersama Anak-anaknya

Bantuan juga diberikan kepada Ibu Imas, wanita berusia 52 tahun yang mengalami obesitas sehingga kesulitan beraktivitas.

Sejak suaminya meninggal dunia, beliau menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Dari tiga orang anak, dua telah berkeluarga dan hanya dapat membantu seadanya karena kondisi ekonomi mereka juga terbatas. Sementara itu, satu anak lainnya masih berusia remaja dan masih membutuhkan perhatian serta biaya untuk menjalani kehidupan sehari-hari.


Manih (90 Tahun), Menjalani Hari Tua Seorang Diri

Penerima bantuan lainnya adalah Ibu Manih, lansia berusia 90 tahun yang hidup sebatang kara.

Beliau tidak memiliki suami maupun anak yang mendampingi di usia senja. Kondisi pendengaran dan kemampuan berbicaranya juga telah menurun seiring bertambahnya usia, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi semakin sulit.

Dalam menjalani kehidupannya, Ibu Manih mengandalkan bantuan dan kepedulian warga sekitar yang dengan sukarela membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Kepedulian yang Menguatkan Langkah di Hari Tua

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pokok para lansia yang menjalani kehidupan dalam berbagai keterbatasan.

Perjuangan Ibu Onah, Ibu Imas, dan Ibu Manih menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda, namun sama-sama membutuhkan perhatian dan kepedulian. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap mereka.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang terus mendukung program-program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada para lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera yang membutuhkan.

Semoga bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Onah, Ibu Imas, dan Ibu Manih, serta semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketenangan dalam menjalani hari-hari di usia senja.