Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Korban Meninggal dan Puluhan Penumpang Luka-Luka

Selasa, 28 April 2026. Pukul 12 : 58 WIB

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan yang terjadi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, 27 April 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean

( Dokumentasi : Petugas mengevakuasi korban kecelakaan yang terjadi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, 27 April 2026, foto bersumber dari situs Tempo )

Bekasi, Jawa Barat – Peristiwa tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam, 27 April 2026. Tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta gangguan besar pada perjalanan kereta di jalur Bekasi–Cikarang.

Kecelakaan terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek yang melayani rute Gambir–Surabaya Pasarturi menabrak bagian belakang KRL Commuter Line yang sedang berhenti di jalur Stasiun Bekasi Timur. Gerbong paling belakang KRL, yang merupakan gerbong khusus wanita, mengalami kerusakan paling parah akibat benturan keras tersebut. Banyak penumpang terjebak di dalam gerbong yang ringsek sehingga proses evakuasi berlangsung cukup sulit.

Laporan terbaru menyebutkan sebanyak 15 orang meninggal dunia dan sekitar 84 hingga 88 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban meninggal dilaporkan merupakan perempuan dewasa karena berada di gerbong wanita yang terkena benturan langsung. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA jarak jauh dilaporkan selamat. Korban luka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.

https://statik.tempo.co/data/2026/04/28/id_1470915/1470915_720.jpg

( Dokumentasi : Kondisi rumah warga yang terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (25/4)Kecelakaan Kereta di Bekasi, 15 Orang Meninggal Dunia, foto bersumber dari situs Tempo )

Kerusakan material paling besar terjadi pada gerbong belakang KRL yang hancur dan ringsek berat akibat tertabrak langsung. Selain itu, operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi–Cikarang sempat terganggu, sejumlah perjalanan dibatalkan, dialihkan, dan penumpang harus menggunakan transportasi pengganti sementara selama proses evakuasi dan perbaikan jalur berlangsung. Tidak ada laporan rumah warga yang terdampak dalam kejadian ini karena insiden terjadi di area jalur rel dan stasiun.

Berdasarkan informasi awal, rangkaian kejadian bermula dari sebuah taksi yang diduga berhenti atau mogok di perlintasan rel dekat Jalan Ampera, Bulak Kapal. Taksi tersebut tertabrak KRL lebih dahulu, yang kemudian menyebabkan gangguan perjalanan dan membuat KRL lain berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kondisi itulah KA Argo Bromo Anggrek datang dari belakang dan terjadi tabrakan besar. Hingga saat ini, penyebab pasti masih dalam penyelidikan oleh KNKT, kepolisian, dan pihak PT KAI.

Petugas dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PT KAI, dan tenaga medis segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban menggunakan alat pemotong besi karena banyak korban terjepit di dalam gerbong. Presiden juga telah meninjau korban di rumah sakit dan meminta investigasi menyeluruh agar penyebab kecelakaan dapat segera diketahui serta langkah pencegahan bisa dilakukan untuk masa mendatang.

The wreckage of a train following a collision at East Bekasi Station

( Dokumentasi : Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, 27 April 2026, foto bersumber dari situs people )

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi perhatian utama, terutama di kawasan padat aktivitas seperti jalur kereta Jabodetabek. Sistem persinyalan, pengamanan perlintasan, serta pengawasan operasional perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Harapan besar juga ditujukan kepada pemerintah agar proses pemulihan berjalan cepat, korban luka segera pulih, serta evaluasi menyeluruh dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta di masa mendatang.