Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Orang, 49 Rumah dan Kios Terbakar

Kamis, 10 September 2026. Pukul 15 : 23 WIB

Tampak api menghanguskan pasar di Paniai, Senin dini hari/ Doc. Humas Polda Papua Tengah

( Dokumentasi : Tampak api menghanguskan pasar di Paniai, Senin dini hari/ Doc. Humas Polda Papua Tengah. Foto bersumber dari situs Kompas )

Enam Anak Menjadi Korban, 20 Orang Luka-Luka dan 148 Warga Mengungsi

PANIAI, PAPUA TENGAH — Kebakaran hebat melanda kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Senin, 7 September 2026 dini hari.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.25 WIT tersebut dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kawasan tersebut merupakan permukiman sekaligus tempat warga menjalankan usaha dengan membuka rumah kios dan toko kelontong.

Dalam kejadian tersebut, 11 orang meninggal dunia, 20 orang mengalami luka-luka, dan puluhan bangunan terbakar. Data terbaru yang disampaikan Kapolres Paniai menyebut 49 rumah dan kios terdampak kebakaran, sementara 148 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman.

Api Cepat Merambat di Kawasan Pasar

Bangunan rumah dan kios di kawasan tersebut berdiri cukup berdekatan. Kondisi tersebut membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

Petugas dan masyarakat berupaya melakukan pemadaman. Kepolisian juga mengerahkan satu kendaraan taktis penyemprot air untuk membantu mengendalikan api.

Setelah berjuang selama beberapa jam, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang terbakar dan menemukan para korban meninggal dunia.

11 Orang Meninggal, Termasuk 6 Anak-anak

Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Orang, 49 Rumah Hangus hingga 148 Warga Mengungsi

( Dokumentasi : Ratusan warga mengungsi setelah kebakaran hebat melanda Pasar Kampung Bapouda, Paniai Timur, Papua Tengah, yang menghanguskan puluhan rumah dan kios serta menewaskan 11 orang. Foto bersumber dari situs Inews )

Tragedi tersebut menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Dari 11 korban meninggal dunia, terdapat lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk proses penanganan dan identifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua Tengah kemudian melakukan identifikasi terhadap seluruh jenazah.

Pada 8 September, Tim DVI mulai melakukan proses identifikasi. Kemudian pada 9 September 2026, seluruh 11 korban dinyatakan telah teridentifikasi dan jenazah diserahkan kepada keluarga.

Enam korban anak-anak yang teridentifikasi berusia antara 2 hingga 9 tahun, sementara lima korban dewasa terdiri atas satu warga lanjut usia dan dua pasangan suami istri.

148 Warga Mengungsi

Kebakaran tidak hanya menyebabkan kehilangan korban jiwa, tetapi juga membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha.

Data kepolisian yang disampaikan pada 7 September mencatat 148 warga mengungsi. Mereka sementara ditampung di beberapa lokasi, termasuk kantor polisi, masjid, puskesmas dan rumah kerabat.

Banyak warga di kawasan tersebut menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di rumah kios mereka. Karena itu, kebakaran tidak hanya menghancurkan tempat tinggal, tetapi juga menghantam sumber penghasilan masyarakat.

Sementara itu, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan karena petugas perlu menghitung kerusakan rumah, kios, barang dagangan serta harta benda lainnya.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga perkembangan terakhir, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim laboratorium forensik juga dilibatkan untuk membantu mengetahui sumber dan penyebab kebakaran.

Polisi sebelumnya menyebut terdapat keterangan awal mengenai adanya dua orang yang terlihat berada di depan salah satu rumah sebelum api muncul. Namun informasi tersebut belum menjadi kesimpulan penyebab kebakaran dan masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Sebelas Korban Dimakamkan

Setelah seluruh korban berhasil diidentifikasi, jenazah 11 korban diberangkatkan dari Paniai menuju Kabupaten Nabire.

Pada Rabu, 9 September 2026, seluruh korban kemudian dimakamkan secara bersama di Pemakaman Baru Samabusa, Kabupaten Nabire. Proses pemakaman berlangsung dengan pengawalan dan diiringi suasana duka dari keluarga serta masyarakat.

Data Dampak Kebakaran

DampakData
LokasiKampung Bapouda, Paniai Timur, Papua Tengah
Waktu kejadian7 September 2026, ±00.25 WIT
Rumah/kios terbakar49 bangunan
Warga mengungsi148 jiwa
Meninggal dunia11 orang
Korban dewasa5 orang
Korban anak-anak6 orang
Luka-luka20 orang
Api berhasil dikendalikan±03.30 WIT
PenyebabMasih dalam penyelidikan

Doa untuk Para Korban dan Keluarga

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan duka mendalam atas tragedi kebakaran di Kampung Bapouda, Paniai Timur. Kehilangan 11 nyawa, termasuk enam anak-anak, menjadi duka besar bagi keluarga dan masyarakat yang terdampak.

Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan yang begitu berat.

Semoga warga yang mengalami luka segera mendapatkan perawatan hingga pulih, sementara 148 warga yang kehilangan tempat tinggal diberikan keselamatan serta ketenangan selama berada di tempat pengungsian.

Semoga pemerintah bersama aparat dan seluruh pihak terkait dapat mempercepat penanganan warga terdampak, membantu pemulihan tempat tinggal dan sumber penghidupan masyarakat, serta mengungkap penyebab kebakaran secara menyeluruh agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.

Doa dan belasungkawa untuk seluruh keluarga korban serta masyarakat Paniai, Papua Tengah.