Kebakaran Melanda Permukiman di Tallo, Makassar, 16 Rumah Terdampak

Kamis, 15 Oktober 2026. Pukul 11 : 08 WIB

( Dokumentasi :  Kebakaran di Tallo Makassar, 16 Rumah Ludes Dilalap Api. Foto bersumber dari situs Fajar )

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Teuku Umar, Lorong 6–7, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa tersebut berdampak pada sekitar 16 rumah warga. Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman ini menimbulkan kekhawatiran karena jarak antarrumah yang berdekatan membuat api berisiko menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi permukiman yang padat serta sebagian material bangunan yang mudah terbakar turut meningkatkan risiko meluasnya kebakaran. Warga yang berada di sekitar lokasi harus menghadapi situasi darurat dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang yang masih dapat dibawa. Bagi warga yang rumahnya terdampak, kebakaran ini tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari mereka.

( Dokumentasi :  Petugas Damkarmat Makassar saat memadamkan api di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026. Foto bersumber dari situs Metrotv )

Petugas pemadam kebakaran Kota Makassar dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut dan mencegah api terus meluas. Proses pemadaman berlangsung di tengah kondisi permukiman yang padat, sehingga petugas harus bekerja untuk menjangkau area terdampak dan mengendalikan kobaran api. Dalam proses penanganan, dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami cedera saat menjalankan tugasnya. Meski kebakaran menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Data Kementerian Kesehatan terkait kejadian kebakaran di Kota Makassar pada hari tersebut mencatat sebanyak 60 orang terdampak dan 60 orang mengungsi. Data tersebut menggambarkan besarnya dampak kebakaran terhadap warga yang membutuhkan tempat aman selama situasi darurat. Warga yang terdampak perlu menghadapi kondisi sulit, terutama apabila tempat tinggal dan barang-barang yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat di Kelurahan Kaluku Bodoa. Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman dapat membawa dampak besar bagi kehidupan warga, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan, para petugas yang mengalami cedera segera pulih, dan kondisi permukiman dapat kembali aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.