Senin, 13 Juli 2026. Pukul 12 : 55 WIB

( Dokumentasi : Petugas pemadam kebaran sedang berupaya melakukan penanganan kebakaran permukiman padat penduduk di Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45. Tepatnya di belakang Hotel Rahman, Minggu (12/7). Foto bersumber dari situs Jawapos/BPK )
Palangka Raya, Kalimantan Tengah — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, tepatnya di belakang Hotel Rahman, Kota Palangka Raya, pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah rumah warga di tengah kondisi cuaca yang kering akibat musim kemarau.
Berdasarkan informasi dari aparat lingkungan setempat, api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.00 WIB. Dugaan sementara, kobaran api berasal dari bagian dapur salah satu rumah warga yang berada di belakang permukiman. Karena sebagian besar bangunan di kawasan tersebut terbuat dari kayu dan berdiri berdempetan, api dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

( Dokumentasi : Kondisi pascakebakaran di Gang Sari 45 Palangka Raya. Foto bersumber dari situs Jawapos/BPBD )
Ketua RT 03/RW 09 menyampaikan bahwa kebakaran berdampak pada dua wilayah, yaitu RT 01 dan RT 03 di RW 09. Di wilayah RT 03 saja diperkirakan sekitar 10 rumah hangus terbakar, sementara pendataan di wilayah lainnya masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan jumlah keseluruhan bangunan yang terdampak.
Hingga informasi awal yang dihimpun, belum terdapat laporan resmi mengenai korban meninggal dunia maupun korban luka. Petugas pemadam kebakaran bersama unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan bergerak cepat melakukan upaya pemadaman serta mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak serta memastikan kondisi warga di lokasi kejadian. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau ketika kondisi udara lebih kering dan api lebih mudah menyebar. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan memasak yang aman, serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat.
Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Besar harapan agar proses pendataan, penanganan, dan pemulihan dapat berjalan dengan cepat sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Diharapkan pula upaya peningkatan sistem pencegahan kebakaran di kawasan permukiman terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

