Selasa, 2 Juni 2026. Pukul 17 : 07 WIB

( Dokumentasi : Kebakaran di Belakang Pasar Jiung Kemayoran Sebabkan Tiga Warga Luka, 250 Bangunan Terdampak, Foto bersumber dari situs Akurat )
Dalam hitungan jam, kobaran api mengubah malam yang tenang menjadi kepanikan bagi ratusan keluarga di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran besar yang terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026, menyebabkan ratusan bangunan semi permanen hangus terbakar dan memaksa banyak warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Ratusan Bangunan Ludes Dilalap Api
Kebakaran terjadi di kawasan Gempol, belakang Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dan dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan di permukiman padat penduduk. Kondisi rumah yang berdempetan membuat proses penyebaran api berlangsung sangat cepat.
Berdasarkan data sementara dari aparat dan petugas di lapangan, sekitar 250 bangunan semi permanen terdampak dalam peristiwa ini. Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa tercatat terdampak akibat kebakaran tersebut.
Korban Luka dan Evakuasi Warga

( Dokumentasi : Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, 250 Bangunan Hangus dan 500 Jiwa Terdampak, Foto bersumber dari situs RCTI )
Selain kerusakan material yang besar, beberapa warga juga mengalami gangguan kesehatan akibat kebakaran. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis, sementara sejumlah warga lainnya mengalami sesak napas akibat tebalnya asap yang menyelimuti kawasan tersebut. Sebagian korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan unsur terkait mengerahkan puluhan armada pemadam serta ratusan personel untuk memadamkan api dan membantu proses evakuasi warga. Tenda pengungsian darurat juga didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara waktu.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki

( Dokumentasi : Kebakaran di Kemayoran, 250 Bangunan Semi Permanen Hangus, Foto bersumber dari situs Tempo )
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik yang kemudian memicu munculnya api di salah satu rumah warga sebelum akhirnya merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Doa dan Harapan
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh warga yang terdampak agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.
Semoga proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat, para korban segera memperoleh tempat tinggal yang layak, dan pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat melakukan langkah-langkah perbaikan serta pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. 🙏

