Kamis, 8 Oktober 2026. Pukul 15 : 22 WIB

( Dokumentasi : Rumah di Jakut kebakaran pada Kamis (8/10/2026). Foto bersumber dari situs Inews )
Sebanyak 200 Warga Mengungsi, Tiga Orang Mengalami Luka Akibat Kebakaran Permukiman Padat
Jakarta Utara — 8 Oktober 2026. Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kapuk Utara III dan kawasan Rawa Indah, RT 015 serta RT 017/RW 004, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis pagi. Api membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya hingga menyebabkan puluhan rumah, pintu kontrakan, dan lapak warga mengalami kerusakan.
Menurut laporan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 06.15 WIB dan langsung menuju lokasi. Dalam penanganannya, petugas mengerahkan lebih dari 100 personel beserta puluhan unit kendaraan pemadam. Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 10.23 WIB.

( Dokumentasi : Rumah di Jakut kebakaran pada Kamis (8/10/2026Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kapuk Utara III, Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Foto bersumber dari situs Inisden24 )
Berdasarkan pendataan PMI, sebanyak 72 kepala keluarga atau 245 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerusakan berat dilaporkan terjadi pada 16 rumah tinggal dan 20 pintu kontrakan, sementara 10 lapak turut terdampak. Kerusakan tersebut membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Dari total warga terdampak, 55 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa mengungsi di Masjid Roudhotul Ulum. PMI juga mencatat tiga orang mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis. Dua di antaranya mengalami luka lecet pada kaki dan luka bakar pada telapak kaki, sedangkan satu orang lainnya memperoleh penanganan dari petugas kesehatan. Tidak ada korban meninggal dunia maupun warga hilang yang tercatat dalam asesmen PMI.
Sementara itu, pendataan awal Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara mencatat 36 bangunan terbakar, terdiri dari 26 rumah dan 10 lapak, dengan luas area terdampak sekitar 5.000 meter persegi. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Angka ini merupakan pendataan operasional awal, sedangkan PMI kemudian mencatat kerusakan dan jumlah warga terdampak berdasarkan asesmen tersendiri.

( Dokumentasi : Petugas Damkar padamkan kebakaran di Kapuk Muara. Foto bersumber dari situs Poskota )
Mengenai penyebab kebakaran, laporan awal dari Gulkarmat menyebut dugaan korsleting listrik. Sementara itu, informasi awal yang disampaikan PMI menyebut api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah sebelum merambat ke bangunan di sekitarnya. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dari laporan yang tersedia.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami masyarakat Kapuk Muara. Kami turut sedih melihat banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi, sementara beberapa warga juga mengalami luka. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan, para korban luka segera pulih, dan keluarga yang kehilangan rumah dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman.

