Selasa, 22 September 2026. Pukul 12 : 29 WIB
Bagi sebagian orang, usia lanjut menjadi masa untuk lebih banyak beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun bagi sebagian lansia lainnya, kebutuhan hidup membuat mereka tetap harus bekerja meski tenaga sudah tidak lagi seperti dahulu.
Kondisi tersebut dialami oleh Ibu Unil, 68 tahun, dan Ibu Lasih, 65 tahun, dua lansia di kawasan Alang Besar, Tangerang, yang sama-sama menjalani kehidupan seorang diri dan masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pada Sabtu, 19 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok.
Ibu Unil Masih Memulung di Usia 68 Tahun


Ibu Unil, 68 tahun, kini hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal dunia.
Ia memiliki tiga anak yang semuanya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Karena tidak tinggal bersama anak-anak dan dukungan yang diterima terbatas, Ibu Unil masih harus berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Di usia yang sudah lanjut, Ibu Unil masih bekerja sebagai pemulung. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara yang dilakukannya untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski tidak mudah, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut dengan kemampuan yang dimilikinya.
Ibu Lasih Tetap Menjadi Pemetik Kangkung


Sementara itu, Ibu Lasih, 65 tahun, juga menjalani kehidupan sebatang kara.
Keempat anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Ibu Lasih saat ini tidak banyak mendapatkan bantuan dari anak-anaknya sehingga kebutuhan sehari-hari harus ia usahakan sendiri.
Untuk mendapatkan penghasilan, Ibu Lasih masih bekerja sebagai kuli pemetik kangkung.
Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber pemasukan yang diandalkannya untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan.
Di usia senja, Ibu Lasih tetap berusaha bekerja meskipun pekerjaan fisik seperti memetik kangkung tentu membutuhkan tenaga.
Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi berbagai kebutuhan pokok rumah tangga.
Setiap paket bantuan terdiri dari:
- Beras 5 Kg
- Minyak 2 Liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 Kg
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari sekaligus sedikit meringankan beban pengeluaran keduanya.
Ibu Unil menjalani hari tua seorang diri setelah kehilangan suami dan masih harus memulung karena ketiga anaknya telah berkeluarga serta tinggal terpisah. Sementara Ibu Lasih juga hidup sebatang kara dan tetap bekerja sebagai pemetik kangkung karena dukungan dari anak-anaknya sangat terbatas.
Keduanya masih harus mengandalkan tenaga sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup meski usia sudah lanjut.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Ibu Unil dan Ibu Lasih serta membantu memenuhi kebutuhan mereka. Semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.

