Karhutla Poso Hanguskan 15 Hektare Lahan dan Dua Rumah Warga

Selasa, 22 September 2026. Pukul 12 : 29 WIB 

Karhutla hanguskan puluhan hektare lahan dan dua rumah warga di Poso

( Dokumentasi : Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kab. Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026). Foto bersumber dari situs ,ANTARA/HO-BPBD Sulteng )

Api Berawal dari Kebun Warga, Angin Kencang Membuat Kobaran Menjalar ke Permukiman

POSO, SULAWESI TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 20 September 2026. Api yang awalnya muncul di area perkebunan warga kemudian meluas hingga mendekati permukiman dan membakar sejumlah rumah.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WITA. Laporan resmi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD sekitar pukul 15.10 WITA.

Api Meluas Akibat Angin Kencang

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto menjelaskan, api pertama kali berasal dari kebun milik masyarakat. Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api berkembang dengan cepat dan akhirnya mencapai kawasan permukiman warga.

Dalam kejadian tersebut, sedikitnya 15 hektare lahan perkebunan terdampak kebakaran. Api juga menjalar hingga membakar dua unit rumah warga. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sebagian titik api berada di kawasan bergunung-gunung dan tidak memiliki akses jalan yang memungkinkan kendaraan pemadam mendekat secara langsung.

Petugas Berjaga di Sekitar Permukiman

Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Damkar Kabupaten Poso, TNI, Polri dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api kembali mendekati rumah-rumah warga.

Pada Minggu sore, petugas dilaporkan masih berjaga di sekitar pinggiran desa karena api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Posisi api saat itu disebut sudah berada cukup jauh dari permukiman, tetapi perubahan arah angin tetap menjadi perhatian.

BPBD juga melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak maupun kemungkinan kebutuhan evakuasi. Sejumlah peralatan tambahan, antara lain tangki air, selang pemadam, mesin pemadam, tandon dan mobil tangki air, dibutuhkan untuk mendukung operasi di lapangan.

Dugaan Awal Penyebab Masih Didalami

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Poso Darma Metusala menyebut ada dugaan awal bahwa kebakaran berkaitan dengan aktivitas masyarakat di area perkebunan. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Laporan media lokal juga menyebut kobaran api sebelumnya sempat dianggap telah padam, tetapi kemudian muncul kembali dan membesar pada Minggu pagi. Kondisi ini membuat petugas tetap meningkatkan pengawasan di sekitar lokasi.

Data Dampak Sementara

DampakData
Waktu kejadian20 September 2026, sekitar 06.00 WITA
LokasiDesa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Poso
Lahan perkebunan terdampak±15 hektare
Rumah terbakar2 unit
Korban jiwaBelum ada laporan
Tim penangananBPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat
Kondisi awalApi masih dalam penanganan dan pendataan

Doa dan Harapan untuk Warga Poso

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas kebakaran yang melanda lahan dan permukiman warga di Desa Tampemadoro, Kabupaten Poso.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan dan kekuatan untuk menghadapi kondisi ini. Semoga api dapat sepenuhnya dipadamkan dan tidak kembali meluas ke kawasan permukiman maupun lahan masyarakat.

Semoga warga yang kehilangan rumah dapat segera mendapatkan penanganan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Semoga pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus memperkuat pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca dan angin meningkatkan risiko penyebaran api.

Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Desa Tampemadoro dan Kabupaten Poso.