Karhutla Gunung Bungkuk Magetan Membakar 5 Hektare Hutan, Berdampak pada aktivitas warga di 2 desa.

Kamis, 13 Agustus 2026. Pukul 15 : 28 WIB

Kebakaran hutan jati terjadi di wilayah Desa Bungku dan Desa Mategal, Kabupaten Magetan. Kebakaran melanda sekitar lima hektare lahan yang berada di dua desa Dimana sebagian besar kawasan yang terbakar merupakan hutan rakyat yang ditanami pohon jati.

( Dokumentasi : Kebakaran hutan jati terjadi di wilayah Desa Bungku dan Desa Mategal, Kabupaten Magetan. Kebakaran melanda sekitar lima hektare lahan yang berada di dua desa. Foto bersumber dari situs Kompas )

Kebakaran Melanda Desa Mategal dan Desa Bungkuk, Petugas Gabungan Berjibaku Memadamkan Api Hingga Malam

Magetan, Jatim – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kali ini, api membakar kawasan Gunung Bungkuk, Kecamatan Parang, yang meliputi wilayah Desa Mategal dan Desa Bungkuk, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Kebakaran menghanguskan sekitar 5 hektare kawasan hutan, dengan rincian sekitar 3 hektare berada di Desa Mategal dan 2 hektare di Desa Bungkuk. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi musim kemarau ketika vegetasi dan lahan cenderung lebih kering sehingga api dapat lebih mudah menyebar.

Api Mulai Terlihat pada Sore Hari

Informasi dari Puskesmas Parang menyebutkan bahwa api mulai terlihat sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Desa Mategal sebelum kemudian merambat ke kawasan hutan rakyat di sekitarnya.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Magetan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat.

Petugas melakukan pemadaman secara manual dan penyiraman darat untuk mengendalikan titik-titik api. Setelah berlangsung selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB pada hari yang sama.

Hingga proses penanganan selesai, tidak terdapat laporan mengenai kebakaran yang merambat ke permukiman warga.

Tidak Ada Korban Jiwa, Dampak Asap Belum Dilaporkan

Diduga Sengaja, Hutan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Terbakar

( Dokumentasi : Hutan jati di Gunung Bungkuk Kecamatan Parang terbakar. Foto bersumber dari situs IDNTimes )

Berdasarkan laporan yang tersedia, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat kebakaran ini.

Puskesmas Parang juga mencatat bahwa korban jiwa dalam kejadian tersebut nihil. Hingga laporan terakhir yang dapat diverifikasi, tidak ditemukan keterangan mengenai warga yang harus mendapatkan perawatan medis atau mengungsi akibat paparan asap dari kebakaran Gunung Bungkuk.

Dengan demikian, untuk sementara jumlah korban terdampak asap yang dilaporkan adalah nihil.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti asap sama sekali tidak muncul di sekitar kawasan kebakaran. Asap merupakan bagian dari proses kebakaran hutan dan dapat mengganggu kualitas udara apabila terbawa angin menuju permukiman. Karena itu, pemantauan terhadap arah asap dan kondisi udara tetap penting, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap asap.

Data luas lahan dan penanganan tersebut juga dikonfirmasi BNPB melalui laporan perkembangan situasi bencana.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Mengenai penyebab kebakaran, BNPB menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan. Karena itu, penyebab kebakaran sebaiknya tidak ditulis sebagai akibat aktivitas tertentu sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Sementara itu, Puskesmas Parang dalam laporannya menyebut terdapat dugaan awal bahwa kebakaran berawal dari aktivitas pembakaran daun kering yang kemudian tidak terawasi. Namun, informasi tersebut masih perlu dibedakan dari keterangan resmi BNPB yang menyatakan penyebab pasti masih diselidiki.

Kewaspadaan Selama Musim Kemarau

Kebakaran Gunung Bungkuk menjadi pengingat bahwa kondisi lahan yang kering pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko penyebaran api.

Selain mengancam kawasan hutan dan lingkungan, kebakaran lahan juga berpotensi menghasilkan asap yang dapat mengganggu kualitas udara apabila menyebar ke wilayah permukiman.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan, terutama dengan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di kawasan hutan atau lahan.

Harapan dan Doa

Kebakaran di kawasan Gunung Bungkuk akhirnya dapat dikendalikan pada malam hari berkat kerja sama berbagai unsur yang terlibat dalam proses pemadaman.

Semoga kawasan yang terbakar dapat segera dipulihkan dan kondisi lingkungan kembali membaik. Semoga masyarakat di sekitar Gunung Bungkuk senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta upaya pencegahan dan pemantauan oleh pemerintah dapat terus diperkuat agar kebakaran hutan dan lahan serupa tidak kembali terjadi.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut mendoakan agar seluruh proses pemulihan berjalan dengan baik dan masyarakat tetap berada dalam kondisi aman.