Ibu Lin Moy Merawat Ibu Berusia 93 Tahun, Sambil Bertahan dari Bantuan Vihara

Senin, 31 Agustus 2026. Pukul 11 : 29 WIB 

Di usia yang semakin lanjut, sebagian orang masih harus memikirkan kebutuhan anggota keluarga yang mereka rawat. Ibu Lin Moy dan Ibu Saw Ong Nio menjalani hari tua dengan tanggung jawab yang tidak ringan, di tengah kondisi ekonomi yang juga terbatas.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Mauk, Tangerang, yaitu Ibu Lin Moy dan Ibu Saw Ong Nio.

Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus meringankan beban keluarga yang mereka tanggung.

Isi Bantuan Sembako

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack
  • Pampers 32 pcs ( tambahan untuk ibu lin moy )

Ibu Lin Moy (68 Tahun), Masih Merawat Ibu dan Adik

Ibu Lin Moy, 68 tahun, tinggal bersama suaminya yang sudah tidak mampu bekerja. Ia tidak memiliki anak dan saat ini mendapat tempat tinggal dari keponakannya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Lin Moy banyak mengandalkan bantuan dari vihara.

Namun, tanggung jawabnya tidak berhenti pada kebutuhan dirinya sendiri. Ibu Lin Moy masih merawat ibunya yang telah berusia 93 tahun, serta seorang adik yang mengalami gangguan mental dan membutuhkan perhatian dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, Ibu Lin Moy tetap berusaha menjalankan tanggung jawab tersebut dengan kemampuan yang ada.

Ibu Saw Ong Nio (66 Tahun), Masih Merawat Adik yang Tak Bisa Beraktivitas

Penerima bantuan lainnya adalah Ibu Saw Ong Nio, lansia berusia 66 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya.

Beliau memiliki enam orang anak, namun hanya satu anak yang dapat membantu sesuai kemampuan. Anak tersebut bekerja sebagai kuli cuci, sehingga bantuan yang diberikan juga masih terbatas.

Selain menghadapi kondisi ekonomi yang sederhana, Ibu Saw Ong Nio juga masih merawat seorang adik yang sudah tidak dapat beraktivitas setelah mengalami kecelakaan.

Dengan berbagai tanggung jawab tersebut, Ibu Saw Ong Nio tetap berusaha menjalani kehidupan sehari-hari dan mendampingi keluarganya.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Keluarga

Melalui penyaluran bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Lin Moy dan Ibu Saw Ong Nio dapat sedikit terbantu.

Beras, minyak, mie instan, telur, sarden, susu kental manis, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan mengurangi sebagian pengeluaran keluarga.

Kisah Ibu Lin Moy dan Ibu Saw Ong Nio menunjukkan bahwa usia lanjut tidak selalu berarti seseorang bisa lepas dari tanggung jawab keluarga. Keduanya masih berusaha merawat orang-orang terdekat meski kondisi ekonomi yang mereka miliki juga terbatas.

Melalui bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat memberikan sedikit keringanan bagi keduanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Lin Moy, Ibu Saw Ong Nio, dan keluarga yang mereka rawat. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani setiap hari di tengah berbagai keterbatasan.