Hujan Tak Berhenti, Tiga Desa di Landak Terendam Banjir pada Awal Mei 2026

Rabu, 6 Mei 2026. Pukul 11 : 29 WIB

Sumatera-Jawa Berpotensi Cuaca Ekstrem, BNPB Imbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi

( Dokumentasi : Banjir di Kalimantan Barat – Kabupaten Landak. Foto bersumber dari situs Rcti )

Air Naik Perlahan Setelah Hujan Berkepanjangan, Puluhan Keluarga Terdampak

Kalimantan Barat, Kabupaten Landak Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Barat pada awal Mei 2026 menyebabkan banjir di Kabupaten Landak. Hujan yang turun terus-menerus selama beberapa hari membuat debit air meningkat dan merendam permukiman warga di sejumlah desa.

Peristiwa banjir ini tercatat terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026, dan dampaknya masih dirasakan hingga Senin, 4 Mei 2026.


Tiga Desa di Dua Kecamatan Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak melaporkan banjir terjadi di tiga desa, yaitu:

  • Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang
  • Desa Meranti, Kecamatan Meranti
  • Desa Tau, Kecamatan Meranti

Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang turun tanpa henti dan menyebabkan genangan air masuk ke kawasan permukiman warga.


114 Jiwa Terdampak, Rumah Warga Tergenang

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, 4 Mei 2026

( Dokumentasi : Banjir Kalimantan Barat – Kabupaten Landak. Foto bersumber dari situs BNPB/BPBD )

Data sementara BPBD mencatat:

  • 34 kepala keluarga (KK) terdampak
  • Total sekitar 114 jiwa terdampak banjir

Ketinggian air bervariasi antara:

  • 40 cm hingga 100 cm, terutama di Desa Meranti.

Genangan air merendam rumah warga dan lingkungan sekitar, membuat aktivitas masyarakat terganggu sementara.
Sebagian warga harus membatasi aktivitas harian karena akses lingkungan dipenuhi air.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, kondisi ini tetap membawa dampak bagi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir.


Air Sempat Terus Naik Hingga Hari Berikutnya

Pantauan BPBD menunjukkan kondisi air di beberapa lokasi belum langsung membaik.

Pada Senin, 4 Mei 2026, debit air di Desa Meranti dan Desa Tau dilaporkan masih cenderung meningkat, sementara genangan di Desa Amboyo Utara mulai berangsur surut.

Situasi ini membuat warga tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lanjutan dan kenaikan air susulan.


Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Tetap Membutuhkan Pemulihan

Dalam kejadian ini:

  • Tidak ada laporan korban meninggal dunia
  • Tidak ada laporan kerusakan berat bangunan

Namun genangan air yang masuk ke rumah warga tetap menyebabkan gangguan aktivitas dan kerugian pada lingkungan permukiman.

Tim BPBD bersama aparat terkait melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman.


Harapan dan Doa

Banjir yang terjadi di Kabupaten Landak menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih dapat membawa dampak besar bagi masyarakat, terutama di wilayah yang rawan genangan saat hujan berkepanjangan.

Semoga kondisi warga yang terdampak dapat segera pulih, dan proses penanganan serta pemulihan berjalan dengan cepat dan baik.
Harapannya, langkah antisipasi dan penataan lingkungan ke depan dapat semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.