Senin, 25 Mei 2026. Pukul 15 : 38 WIB
Banjir Terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu pada Jumat Malam 22, berdampak hingga Minggu, 24 Mei 2026

( Dokumentasi : Hujan deras dan luapan sungai membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Cepu, Blora, banjir pada Minggu (24/5) malam. Foto bersumber dari situs Antara/BPBD )
Blora, Jateng – Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama menyebabkan banjir melanda wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat malam, 22 Mei 2026 sekitar pukul 22.30 WIB. Banjir terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, setelah debit air meningkat dan menggenangi permukiman warga serta fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Menurut laporan BNPB dan BPBD Kabupaten Blora, banjir berdampak pada puluhan kepala keluarga yang tinggal di kawasan terdampak. Genangan air juga sempat mengganggu aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar di sekolah setempat.
35 Rumah dan Dua Sekolah Terdampak Banjir

( Dokumentasi : Petugas BPBD Kabupaten Blora bersama tim gabungan membersihkan material banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Foto bersumber dari situs BPBD )
Dampak yang tercatat dalam kejadian tersebut antara lain:
- 35 Kepala Keluarga (KK) terdampak,
- 35 rumah warga terendam banjir,
- dua fasilitas pendidikan ikut terdampak, yaitu:
- SD Mulyorejo 1,
- SMP 4 Cepu.
Meski genangan sempat merendam area permukiman dan sekolah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas gabungan langsung melakukan pemantauan dan membantu warga membersihkan sisa lumpur serta material yang terbawa air banjir.
Luapan Sungai dan Hujan Berkepanjangan Jadi Pemicu
Beberapa laporan menyebut banjir dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu sungai dalam durasi cukup panjang. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman warga.
Harapan dan Doa
Banjir yang terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dapat dengan cepat memicu genangan di kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar kembali normal.
Harapannya, penanganan aliran sungai, drainase, dan sistem mitigasi banjir di wilayah rawan dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

