Rabu, 13 Mei 2026. Pukul 17 : 28 WIB
Curah Hujan Berkepanjangan Ganggu Aktivitas Warga di Sejumlah Desa
( Dokumentasi : Banjir dan Longsor Dominasi di Berbagai Wilayah Indonesia, Foto bersumber dari situs idisnews/BNPB )
Mentawai, sumbar – Hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sejak 8 Mei 2026 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah permukiman warga. Debit air yang terus meningkat membuat genangan masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat hingga 10 Mei 2026.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi:
- Desa Bosua
- Desa Saureinu
- Desa Mara
- Desa Goisooinan.
Ratusan Rumah Warga Tergenang
( Dokumentasi : Banjir yang melanda di mentawai, Foto bersumber dari situs nursyam )
Berdasarkan laporan BPBD dan BNPB, dampak sementara yang tercatat:
- 152 rumah warga terendam
- aktivitas masyarakat terganggu akibat genangan air,
- akses lingkungan dan aktivitas harian warga sempat terhambat.
Genangan banjir masuk ke area permukiman dan halaman rumah warga setelah saluran air dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air akibat hujan yang berlangsung cukup lama.
Sebagian warga dilaporkan tetap bertahan di rumah sambil memantau kondisi air.
Aktivitas Warga dan Akses Lingkungan Terganggu
( Dokumentasi : Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana yang melanda beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Foto bersumber dari situs binews/BNPB )
Banjir menyebabkan aktivitas masyarakat di beberapa desa terdampak menjadi terbatas. Warga mengalami kesulitan melakukan aktivitas harian karena genangan air masih bertahan di sejumlah titik hingga malam hari.
BPBD bersama aparat desa melakukan:
- pendataan rumah terdampak,
- pemantauan kondisi debit air,
- serta pengecekan wilayah yang masih tergenang.
Hingga laporan terakhir:
- tidak ada laporan korban jiwa,
- belum ada laporan rumah hanyut atau rusak berat,
- namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan.
Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu Utama
BNPB menyebut banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara terus-menerus selama beberapa hari di wilayah Kepulauan Mentawai. Kondisi geografis wilayah kepulauan dan drainase yang terbatas membuat air lebih mudah menggenangi permukiman warga.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun.
Warga Mulai Membersihkan Rumah
Memasuki 11 Mei 2026, sebagian wilayah terdampak mulai mengalami penurunan debit air. Warga secara bertahap mulai membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur dan genangan.
Meski demikian, kondisi cuaca yang masih belum stabil membuat masyarakat tetap diminta berhati-hati, terutama di wilayah yang dekat dengan aliran sungai dan daerah rendah.
Harapan dan Doa
Banjir yang melanda sejumlah desa di Kepulauan Mentawai menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang rentan terhadap genangan dan luapan air.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.
Harapannya, penanganan drainase, mitigasi banjir, dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

