Hujan Deras Rendam 10 Desa di Aceh Barat Daya, Jalan Nasional Ikut Tergenang

Senin, 19 Oktober 2026. Pukul 15 : 08 WIB 

( Dokumentasi : Banjir Rendam 10 Desa di Aceh Barat Daya, Jalan Nasional Ikut Tergenang. Foto bersumber dari situs Masakini/BPBD )

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, pada Minggu, 18 Oktober 2026, menyebabkan banjir di 10 desa yang tersebar di empat kecamatan. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi disertai angin melanda wilayah tersebut sejak pukul 15.40 WIB. Genangan air merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan, termasuk jalan nasional yang menjadi jalur penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Banjir tersebut membuat perjalanan warga terganggu, terutama ketika air menggenangi akses jalan yang biasa digunakan untuk beraktivitas dan bepergian.

Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Blangpidie, Susoh, Jeumpa, dan Setia. Di Kecamatan Blangpidie, genangan dilaporkan terjadi di Desa Babah Lhung, Alue Manggota, Lhung Tarok, dan Meudang Ara. Sementara itu, di Kecamatan Jeumpa, banjir melanda Desa Cot Mane, sedangkan di Kecamatan Setia, genangan terjadi di Desa Alue Dama. Adapun di Kecamatan Susoh, banjir merendam Desa Tengah Rawa, Padang Baru, dan Pulau Kayu. Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi genangan di sekitar tempat tinggal mereka dan menyesuaikan aktivitas selama air masih menutupi sebagian wilayah permukiman.

Banjir Rendam 10 Desa di Abdya, Jalan Nasional Ikut Tergenang

( Dokumentasi : Banjir merendam 10 desa dalam empat kecamatan di Abdya dan menggenangi jalan nasional, Minggu malam (18/10/2026). Foto bersumber dari situs BPBA )

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Daya dikerahkan ke lokasi untuk membantu penanganan dan melakukan pendataan terhadap dampak banjir. Petugas juga memantau kondisi di sejumlah desa guna mengetahui perkembangan ketinggian air dan situasi di lingkungan warga. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), intensitas hujan yang mulai berkurang membuat air berangsur surut di beberapa lokasi, termasuk Desa Padang Baru dan Tengah Rawa di Kecamatan Susoh serta Desa Lhung Tarok di Kecamatan Blangpidie.

Hingga laporan awal disampaikan pada Senin, 19 Oktober 2026, tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan mengungsi akibat banjir tersebut. Meski demikian, pendataan terhadap warga yang terdampak masih berlangsung untuk mengetahui kondisi di lapangan secara lebih lengkap. Pemantauan tetap diperlukan agar perubahan kondisi banjir dapat segera diketahui, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, kondisi jalan yang sempat tergenang perlu diperhatikan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman setelah air surut.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya. Banjir yang merendam permukiman dan jalan dapat mengganggu kegiatan sehari-hari serta menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga yang tinggal di wilayah terdampak. Semoga kondisi segera pulih, air benar-benar surut, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Diharapkan pula upaya penanganan serta pemantauan oleh petugas dapat berjalan dengan baik sehingga risiko dampak lanjutan dapat diminimalkan.