Hidup Sebatang Kara di Bawah Kolong Tol, Ibu Tukini Bertahan dari Upah Mengurut

Selasa, 8 September 2026. Pukul 12 : 09 WIB 

Memasuki usia lanjut, sebagian orang berharap dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Namun bagi Ibu Tukini, usia justru membuat perjuangan hidup terasa semakin berat karena ia harus menjalani semuanya seorang diri.

Ibu Tukini merupakan lansia berusia 61 tahun yang tidak memiliki suami maupun anak. Saat ini, ia tinggal seorang diri di bawah kolong tol dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja sebagai tukang urut.

Pada Senin, 7 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada Ibu Tukini. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah keterbatasan yang selama ini dijalaninya.

Hidup Seorang Diri Tanpa Suami dan Anak

Ibu Tukini tidak memiliki suami dan anak yang dapat menjadi tempat bergantung untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, ia harus berusaha sendiri agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Pekerjaan yang dijalani Ibu Tukini adalah menjadi tukang urut. Namun, penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tidak besar dan tidak selalu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tempat tinggalnya pun jauh dari layak. Ibu Tukini saat ini tinggal di bawah kolong tol, menjalani hari-harinya dengan segala keterbatasan yang ada.

Dalam kesehariannya, Ibu Tukini juga beberapa kali mendapatkan bantuan dari seorang teman yang berusaha membantunya memenuhi kebutuhan hidup.

Tetap Berusaha di Tengah Keterbatasan

Meski hidup seorang diri dan memiliki penghasilan yang minim, Ibu Tukini tetap berusaha bekerja sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Menjadi tukang urut menjadi salah satu cara yang dapat ia lakukan untuk mendapatkan penghasilan. Namun dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan tidak adanya keluarga yang mendampingi, kebutuhan sehari-hari tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Melalui bantuan sembako yang diberikan, Yayasan Amal Peduli Nusantara berupaya membantu memenuhi sebagian kebutuhan dasar Ibu Tukini.

Bantuan Sembako untuk Ibu Tukini

Paket sembako yang diberikan kepada Ibu Tukini berisi:

  • Beras 5 Kg
  • Minyak 2 Liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 Kg
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Sari Gandum 20 pcs

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan kebutuhan makanan dan bahan pokok untuk Ibu Tukini, sehingga sebagian kebutuhan sehari-harinya dapat sedikit terbantu.

Kisah Ibu Tukini mengingatkan bahwa di sekitar kita masih ada lansia yang menjalani hidup tanpa keluarga dan harus terus bekerja meskipun kemampuan serta penghasilannya terbatas.

Di usia 61 tahun, Ibu Tukini masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi tukang urut, sementara tempat tinggalnya berada di bawah kolong tol dan sebagian kebutuhannya masih terbantu oleh seorang teman.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Ibu Tukini. Semoga ia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani setiap harinya.