Jumat, 6 November 2026. Pukul 17 : 11 WIB
Pada Jumat, 6 November 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di Dukuh Utara, Cilincing. Mereka adalah Sitti, 81 tahun, Emi, 71 tahun, dan Sutiah, 81 tahun. Ketiganya memiliki kondisi kehidupan yang berbeda, tetapi sama-sama menghadapi keterbatasan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sitti Tinggal Bersama Anak yang Sudah Berusia 61 Tahun


Sitti merupakan seorang lansia berusia 81 tahun yang sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki lima anak dan saat ini tinggal bersama salah satu anak laki-lakinya yang juga sudah berusia 61 tahun.
Meski memiliki lima anak, Sitti tidak mendapatkan bantuan dari anak-anaknya yang lain. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ia hanya tinggal bersama anak yang saat ini menemaninya.
Di usia yang sudah lanjut, kondisi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari harus diupayakan dengan kemampuan yang terbatas. Dukungan keluarga yang minim menjadi salah satu tantangan bagi Sitti dalam menjalani hari-harinya.
Emi Hidup Sebatang Kara dan Mengandalkan Bantuan Warga


Penerima bantuan berikutnya adalah Emi, seorang lansia berusia 71 tahun yang hidup sebatang kara. Ia tidak memiliki suami maupun anak sehingga harus menjalani kehidupan tanpa keluarga inti yang mendampingi.
Emi juga mengalami kesulitan mendengar dan berbicara, sehingga memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Emi selama ini mengandalkan bantuan dari warga di sekitar tempat tinggalnya. Kepedulian tetangga menjadi salah satu sumber dukungan yang membantunya mendapatkan makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan kondisi fisik dan keterbatasan dukungan keluarga, kehidupan Emi tidak selalu mudah. Bantuan dari lingkungan sekitar sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan dasarnya.
Sutiah Tetap Bekerja Mengupas Kerang Meski Sering Mengalami Sakit Kaki


Sutiah, 81 tahun, merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki suami. Ia hanya memiliki satu anak yang telah menikah, tetapi anaknya tidak pernah memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Saat ini, Sutiah tinggal seorang diri dan masih bekerja sebagai pengupas kerang untuk mendapatkan penghasilan. Meski usianya sudah lanjut, ia tetap berusaha bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, Sutiah sering mengalami masalah pada saraf yang menyebabkan rasa sakit pada kakinya. Kondisi tersebut tentu membuat aktivitas bekerja dan menjalani keseharian menjadi lebih sulit.
Di tengah keterbatasan kesehatan dan minimnya dukungan keluarga, Sutiah masih harus mengandalkan pekerjaannya sendiri untuk mendapatkan penghasilan.
Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Sitti, Emi, dan Sutiah. Masing-masing paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.
Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari ketiga lansia tersebut. Tambahan bahan pangan ini menjadi bentuk dukungan bagi mereka yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatan, maupun minimnya dukungan keluarga.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Kepedulian yang diberikan membantu menjangkau para lansia yang membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

