Hasil Memulung Hanya Rp250 Ribu per Dua Minggu, Dua Lansia Ini Tetap Bertahan Hidup

Jumat, 7 Agustus 2026. Pukul 15 : 38 WIB

Bekerja di usia lanjut bukanlah pilihan yang mudah. Namun bagi sebagian lansia, bekerja menjadi satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski kondisi fisik tidak lagi sekuat dulu, mereka tetap berusaha mencari nafkah dengan pekerjaan yang mampu dilakukan agar keluarga tetap dapat bertahan.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Jalan Ceger Raya, Gang Iwapi RT 005/RW 004, Pondok Aren.

Program ini merupakan bentuk kepedulian kepada para lansia yang masih harus bekerja keras di usia senja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Unasih (66 Tahun), Tetap Memulung Meski Sering Sakit

Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Unasih, lansia berusia 66 tahun yang tinggal bersama suaminya.

Beliau sering mengalami gangguan kesehatan, namun tetap bekerja sebagai pemulung bersama sang suami. Dari pekerjaan tersebut, keduanya memperoleh penghasilan sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000 setiap dua minggu, jumlah yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ibu Unasih memiliki seorang anak yang juga bekerja sebagai pemulung, sehingga kondisi ekonomi keluarga masih sangat terbatas.


Welmanto (76 Tahun), Menjalani Hari Tua dengan Memulung Bersama Istri

Bantuan juga diberikan kepada Bapak Welmanto, lansia berusia 76 tahun yang tinggal bersama istrinya.

Pasangan lansia ini masih memulung bersama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari tiga orang anak yang dimiliki, dua telah berkeluarga dan satu masih bekerja. Salah seorang anak masih rutin berkunjung dan sesekali memberikan uang saku sesuai kemampuannya.

Saat ini Pak Welmanto dan istrinya tinggal menumpang di atas tanah milik orang lain, namun tetap menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan kerja keras.


Kepedulian yang Menguatkan Langkah Mereka

Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari Ibu Unasih dan Bapak Welmanto beserta keluarga.

Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang tetap bekerja meski usia terus bertambah dan kondisi fisik mulai menurun. Di balik setiap rongsokan yang mereka kumpulkan, terdapat semangat untuk tetap mandiri dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang halal.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus menjangkau para lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera di berbagai daerah.

Semoga bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Unasih dan Bapak Welmanto, serta semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.