Harus Berutang untuk Makan, Bapak Suryamin Jalani Hidup Setelah Terserang Stroke

Jumat, 4 September 2026. Pukul 20 : 18 WIB

Memasuki usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi setiap hari. Namun bagi sebagian lansia, keterbatasan kesehatan, tidak adanya penghasilan tetap, hingga kondisi keluarga membuat kebutuhan sederhana seperti makanan sehari-hari menjadi sebuah perjuangan.

Kondisi tersebut dialami oleh Bapak Suryamin dan Ibu Tati B., dua lansia di Jakarta Selatan yang menjalani kehidupan dengan keadaan ekonomi yang serba terbatas.

Pada Jumat, 4 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Delapan Tahun Mengalami Stroke, Bapak Suryamin Bergantung pada Istri

Bapak Suryamin telah mengalami stroke sejak sekitar delapan tahun lalu. Kondisi tersebut membuat aktivitasnya menjadi terbatas dan kebutuhan hidup sehari-hari banyak bergantung pada sang istri.

Istrinya berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan memulung. Penghasilan dari pekerjaan tersebut sangat terbatas, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan setiap hari.

Dalam kondisi tertentu, keluarga Bapak Suryamin bahkan harus berutang kepada bos pengepul untuk memenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan harian lainnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, keluarga ini juga masih harus memikirkan pendidikan anak. Dari tiga anak yang dimiliki, dua di antaranya masih bersekolah.

Perjuangan sang istri mencari penghasilan dengan memulung menjadi salah satu tumpuan keluarga untuk tetap bertahan menjalani kehidupan sehari-hari.

Ibu Tati Tinggal Sendiri Setelah Kehilangan Suami

Sementara itu, ada kisah berbeda dari Ibu Tati B., seorang lansia yang kini sudah tidak memiliki suami dan tinggal seorang diri.

Ibu Tati memiliki dua anak yang sudah berkeluarga. Namun, keduanya jarang bertemu dengan sang ibu dan tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk membantu memenuhi kebutuhannya, Ibu Tati terkadang mendapatkan bantuan kecil berupa beras dan uang dari salah satu lembaga kemanusiaan.

Sebelumnya, Ibu Tati pernah berusaha mendapatkan penghasilan dengan berjualan ketupat sayur dan nasi uduk. Namun usaha tersebut akhirnya berhenti karena modal yang dimiliki sudah habis.

Sejak tidak lagi berjualan, kehidupan sehari-hari Ibu Tati menjadi semakin terbatas. Ia harus menjalani hari-harinya dengan mengandalkan bantuan yang datang sesekali.

Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi Bapak Suryamin dan Ibu Tati, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok rumah tangga.

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing lansia terdiri dari:

  • Beras 5 Kg
  • Minyak 2 Liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 Kg
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Sari Gandum 20 pcs

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari dan sedikit meringankan beban ekonomi yang selama ini harus mereka hadapi.

Bapak Suryamin masih berjuang menjalani kehidupan setelah bertahun-tahun mengalami stroke, sementara istrinya terus mencari penghasilan dengan memulung. Di sisi lain, Ibu Tati harus menjalani kehidupan seorang diri setelah kehilangan suami dan tidak banyak mendapatkan dukungan dari anak-anaknya.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Bapak Suryamin dan Ibu Tati. Semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.