Hari Tua Belum Bisa Beristirahat, Dua Lansia Ini Masih Mencari Nafkah

Selasa, 11 Agustus 2026. Pukul 12 : 38 WIB

Usia lanjut tidak selalu berarti seseorang bisa berhenti bekerja. Bagi Ibu Djanah dan Pak Fatonny, keterbatasan ekonomi membuat keduanya masih harus mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di kawasan Rawa Bebek, Jakarta Utara, yaitu Ibu Djanah dan Bapak A. Fatonny.

Keduanya masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup meski sudah memasuki usia lanjut dan memiliki penghasilan yang sangat terbatas.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari:

  • Beras 10 kilogram untuk Ibu Djanah
  • Beras 5 kilogram untuk Bapak A. Fatonny
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Ibu Djanah, Masih Memulung di Usia 78 Tahun

Ibu Djanah, berusia 78 tahun, tinggal bersama anak, menantu, dan cucunya.

Di usia yang sudah lanjut, Ibu Djanah masih bekerja sebagai pemulung untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Penghasilan yang diperoleh sangat terbatas.

Anaknya juga berusaha mencari pemasukan dengan bekerja sebagai tukang urut. Namun, penghasilan yang didapat belum banyak sehingga kebutuhan rumah tangga tetap harus dijalani dengan penuh keterbatasan.

Meski sudah berusia 78 tahun, Ibu Djanah masih berusaha melakukan pekerjaan yang mampu ia jalankan untuk membantu keluarganya.

Pak Fatonny, Tetap Memulung Setelah Kehilangan Istri

Bapak A. Fatonny, berusia 74 tahun, kini menjalani kehidupan setelah istrinya meninggal dunia.

Pak Fatonny memiliki tiga anak. Namun, anak-anaknya tidak terlalu sering memberikan bantuan karena masing-masing juga menghadapi kesulitan ekonomi.

Karena itu, Pak Fatonny masih menjadi pemulung di usia senjanya. Hasil dari memulung digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, ia tetap berusaha mandiri dan mencari penghasilan dengan kemampuan yang dimilikinya.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Sehari-hari

Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Djanah dan Pak Fatonny dapat sedikit terbantu.

Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran mereka untuk kebutuhan sehari-hari.

Kisah Ibu Djanah dan Pak Fatonny menunjukkan bahwa masih ada lansia yang harus tetap bekerja karena keadaan ekonomi. Di usia ketika tubuh seharusnya mendapat lebih banyak waktu untuk beristirahat, mereka masih berusaha mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dukungan tersebut membantu bantuan dapat terus menjangkau lansia dan keluarga yang membutuhkan.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Djanah dan Pak Fatonny, membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka, serta memberikan sedikit keringanan dalam menjalani kehidupan di usia lanjut.