Gunung Sinabung Kembali Meningkat, 650 Warga Kuta Tengah Mengungsi

Senin, 7 September 2026. Pukul 15 : 38 WIB 

( Dokumentasi : Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara erupsi . Foto bersumber dari situs Viva/Antara )

Aktivitas Vulkanik Naik ke Level III Siaga, Abu Vulkanik Berdampak pada Permukiman dan Lahan Pertanian

KARO, SUMATERA UTARA — Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian setelah mengalami peningkatan sejak akhir Agustus 2026. Gunung api tersebut kini berada pada Level III atau Siaga, sementara masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak abu vulkanik diarahkan menuju lokasi yang lebih aman.

Peningkatan aktivitas Sinabung terjadi setelah erupsi pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Sinabung kemudian dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga mulai 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Warga Kuta Tengah Mengungsi

Dampak aktivitas vulkanik terutama dirasakan masyarakat di Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, serta Desa Payung, Kecamatan Payung.

Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara diarahkan mengungsi menuju Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, yang menjadi salah satu lokasi pengungsian masyarakat terdampak.

Berdasarkan pembaruan data pemerintah daerah yang disampaikan BNPB pada 5 September 2026, sekitar 208 kepala keluarga atau 650 jiwa tercatat dalam pendataan sebagai pengungsi. Dari jumlah tersebut, sekitar 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu. Data tersebut masih terus diperbarui oleh pemerintah daerah.

Angka ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Sinabung tidak hanya menjadi ancaman bagi kawasan sekitar gunung, tetapi juga telah memaksa ratusan keluarga meninggalkan sementara rumah mereka demi keselamatan.

Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga

( Dokumentasi : Seorang anak memasangkan masker ke temannya di posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Foto bersumber dari situs Media Indonesia )

Selain menyebabkan warga mengungsi, abu vulkanik juga berdampak terhadap lingkungan sekitar dan lahan pertanian masyarakat.

Hingga pembaruan tersebut disampaikan, luas serta tingkat kerusakan lahan pertanian masih dalam proses pendataan. Pemerintah daerah masih melakukan pemantauan untuk memastikan seberapa besar dampak aktivitas vulkanik terhadap kehidupan masyarakat dan sektor pertanian.

Pada Jumat, 4 September, pengamatan PVMBG pada periode pukul 12.00–18.00 WIB menunjukkan asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 300–500 meter dari atas puncak. Pada periode pengamatan tersebut tidak tercatat adanya kegempaan.

Pemerintah Siapkan Penanganan dan Kebutuhan Pengungsi

BPBD Kabupaten Karo bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan masyarakat terdampak.

BPBD juga mendistribusikan masker kepada warga yang terdampak abu vulkanik. Pemerintah daerah melakukan penyiraman di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat untuk mengurangi debu vulkanik.

Selain itu, dapur umum telah diaktifkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga hingga tiga kali sehari. Kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian juga disiapkan.

Aktivitas pendidikan turut menyesuaikan dengan kondisi. Salah satu sekolah dasar melaksanakan kegiatan belajar mengajar di posko pengungsian, sementara sebagian pelajar SMP mendapatkan layanan antar-jemput untuk menjaga keamanan mereka.

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta menjauhi radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai yang berhulu di Sinabung juga diminta mewaspadai potensi lahar.

Data Dampak Sementara

DampakData
Warga dalam pendataan pengungsian650 jiwa
Kepala keluarga208 KK
Masih berada di Posko Jambur Arih Ersada±405 jiwa
Wilayah terdampak utamaKuta Tengah, Ndokum Siroga, Payung
Lahan pertanianTerdampak, luas masih didata
Status Gunung SinabungLevel III (Siaga)

Doa untuk Warga Kabupaten Karo

Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap seluruh masyarakat Kabupaten Karo, khususnya warga yang berada di sekitar Gunung Sinabung, selalu diberikan perlindungan dan keselamatan.

Semoga warga yang saat ini berada di pengungsian diberikan kesehatan, kekuatan dan ketenangan selama menghadapi kondisi ini. Semoga aktivitas Gunung Sinabung segera kembali terkendali sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan dengan aman.

Semoga pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat pemantauan, kesiapsiagaan dan penanganan agar risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Doa dan harapan terbaik untuk seluruh warga Kabupaten Karo.