Sabtu, 15 Agustus 2026. Pukul 19 : 52 WIB
Guncangan kuat di wilayah Flores memicu kepanikan, kerusakan bangunan, serta sempat disusul peringatan dini tsunami

( Dokumentasi : Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT. Foto bersumber dari situs Viva )
Nusa Tenggara Timur — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Gempa dangkal tersebut dirasakan kuat di sejumlah wilayah Flores dan membuat warga berhamburan keluar rumah. Karena pusat gempa berada di laut dan memiliki kekuatan besar, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah yang berpotensi terdampak. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Dampak gempa berkembang seiring proses pendataan dan evakuasi di lapangan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324658/original/001824700_1786757818-sar3.jpg)
( Dokumentasi : Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Foto bersumber dari situs Merdeka/Basarnas )
Berdasarkan pemutakhiran BNPB hingga 15 Agustus 2026 pukul 18.48 WIB, tercatat 47 orang meninggal dunia. Korban tersebar di:
- Kabupaten Manggarai: 24 orang
- Kabupaten Manggarai Timur: 17 orang
- Kabupaten Sikka: 3 orang
- Kabupaten Ngada: 1 orang
- Kabupaten Ende: 1 orang
Data tersebut masih bersifat sementara karena proses pencarian, evakuasi, verifikasi, dan validasi terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Sebelumnya, BNPB melaporkan 14 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, dan 11 orang luka ringan pada pembaruan data pukul 12.30 WIB. Jumlah korban kemudian meningkat menjadi 38 orang pada sore hari sebelum mencapai 47 orang pada pembaruan berikutnya.
346 Rumah Mengalami Kerusakan

( Dokumentasi : Pegawai hotel mengamankan barang-barang milik wisatawan dari gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Foto bersumber dari situs Kompas/ANTARA )
Guncangan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada permukiman dan fasilitas publik.
BNPB mencatat sedikitnya 346 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian:
| Tingkat kerusakan | Jumlah |
|---|---|
| Rusak berat | 157 rumah |
| Rusak sedang | 41 rumah |
| Rusak ringan | 148 rumah |
| Total | 346 rumah |
Selain rumah warga, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, dan 6 kantor pemerintahan. Sejumlah fasilitas transportasi serta akses jalan juga terdampak.
Sekitar 2.000 Warga Mengungsi
Kuatnya guncangan dan kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi secara mandiri.
Warga di sejumlah lokasi memilih berada di luar rumah karena bangunan mengalami kerusakan dan masih terdapat potensi gempa susulan. BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung; hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2.
Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
Gempa utama sempat menimbulkan kekhawatiran tsunami karena kekuatannya cukup besar dan pusatnya berada di laut.
BMKG kemudian mencatat sejumlah kenaikan muka air laut, antara lain di Maurole, Ende sekitar 0,94 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Flores Timur 0,25 meter, serta beberapa lokasi lainnya. Setelah pemantauan menunjukkan kondisi yang memungkinkan, peringatan dini tsunami resmi diakhiri pada pukul 07.30 WIB.
Dampak Gempa NTT
Data sementara hingga 15 Agustus 2026:
- 47 orang meninggal dunia
- 13 orang mengalami luka pada pembaruan awal BNPB, terdiri dari 2 luka berat dan 11 luka ringan
- Sekitar 2.000 warga mengungsi/evakuasi mandiri
- 346 rumah rusak
- 157 rusak berat
- 41 rusak sedang
- 148 rusak ringan
- 87 fasilitas pendidikan terdampak
- 18 fasilitas kesehatan terdampak
- 5 tempat ibadah terdampak
- 6 kantor pemerintahan terdampak
- Sejumlah jalan dan fasilitas transportasi turut mengalami kerusakan
- Aktivitas gempa susulan masih berlangsung.
Catatan: angka korban dan kerusakan merupakan data sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Pemerintah Bergerak Melakukan Penanganan
Pemerintah pusat dan daerah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait melakukan evakuasi, pencarian korban, pemeriksaan bangunan, dan pendataan kerusakan.
Sejumlah akses yang mengalami gangguan juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi proses evakuasi dan distribusi kebutuhan bagi masyarakat terdampak. Pemerintah terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan di wilayah yang mengalami kerusakan.
Doa untuk NTT
Gempa bumi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Banyak keluarga kehilangan orang yang mereka cintai, sementara sebagian warga harus meninggalkan rumah karena bangunan mengalami kerusakan.
Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Semoga warga yang mengalami luka segera mendapatkan perawatan dan pemulihan. Kami juga berharap proses evakuasi, pendataan, dan pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan tepat, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman.
Semoga pemerintah bersama seluruh unsur terkait dapat mempercepat pemulihan rumah, fasilitas publik, serta infrastruktur yang rusak dan memperkuat mitigasi bencana agar masyarakat NTT semakin siap menghadapi potensi gempa di kemudian hari.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut mendoakan keselamatan dan pemulihan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

