Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Satu Lansia Meninggal dan 20 Rumah Rusak

Senin, 5 Oktober 2026. Pukul 15 : 12 WIB 

Kaget Guncangan Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya, Lansia Meninggal

( Dokumentasi : Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto bersumber dari situs Metrotv/Antara )

Guncangan Kuat Dirasakan Warga, Rumah, Sekolah dan Tempat Ibadah Mengalami Kerusakan

Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur — 4 Oktober 2026. Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA. BMKG mencatat magnitudo awal M6,1, kemudian parameter gempa diperbarui menjadi M5,9. Gempa berpusat di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi dengan kedalaman 30 kilometer pada parameter pembaruan dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah Sumba. Berdasarkan pemodelan BMKG, intensitas mencapai VI MMI di Kodi, Kodi Balaghar dan Kodi Bangedo. Pada skala tersebut, guncangan dapat dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan membuat banyak orang terkejut serta keluar dari rumah. BMKG juga mencatat 62 aktivitas gempa susulan hingga pukul 08.05 WIB dengan magnitudo antara M1,5 hingga M4,3.

Dampak gempa mulai terlihat dari hasil pendataan BNPB. Di Kabupaten Sumba Barat Daya terdapat 20 rumah terdampak, terdiri dari 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Kerusakan tersebut tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya Telan Korban Jiwa, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak

( Dokumentasi : Dampak gempa bumi di Sumba Barat Daya, NTT, menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Foto bersumber dari situs RRI/BPBD )

Selain rumah warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas. Tiga gereja mengalami kerusakan ringan, yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. SDK Manu Toghi juga terdampak, begitu pula Balai KB Desa Wallandimu. Di Kabupaten Sumba Barat, tiga bangunan rumah/asrama Koramil mengalami kerusakan ringan dan dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan pada plafon serta retakan tembok.

Dalam pendataan awal BNPB, satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa bagian bangunan yang runtuh dan mendapat penanganan medis. Namun, perkembangan berikutnya pada hari yang sama juga menyebut seorang lansia berusia 73 tahun di Kecamatan Kodi Utara meninggal dunia setelah mengalami shock atau kaget akibat guncangan gempa. Menurut kepolisian, korban sempat keluar rumah setelah melihat keluarganya berhamburan keluar saat gempa, kemudian beberapa menit kemudian jatuh tidak sadarkan diri dan meninggal dunia.

Saat ini BPBD bersama aparat dan unsur terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan terhadap bangunan yang terdampak. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia Meninggal karena Syok

( Dokumentasi : BPBD mendata kerusakan akibat gempa di Sumba Darat Daya.. Foto bersumber dari situs Liputan6 )

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut berduka atas meninggalnya seorang lansia dalam peristiwa gempa di Sumba Barat Daya. Kami juga turut prihatin atas kerusakan rumah warga, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum akibat gempa tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan, warga yang mengalami luka segera pulih, serta masyarakat Sumba yang terdampak diberikan keselamatan dan ketabahan dalam menghadapi kondisi ini.