Sabtu, 5 September 2026. Pukul 12 : 55 WIB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dampak-kerusakan-pada-beberapa-bangunan-pasca-gempa-Halmahera-Tengah.jpg)
( Dokumentasi : Dampak kerusakan pada beberapa bangunan pasca gempa berkekuatan M5,5 mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (1/9) . Foto bersumber dari situs Tribun )
Guncangan Dirasakan Kuat di Patani dan Patani Utara, BNPB Masih Verifikasi Dampak di Lapangan
MALUKU UTARA — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa, 1 September 2026 pukul 15.22 WIB. Gempa yang tercatat berkekuatan magnitudo 5,5 tersebut berpusat di laut sekitar 64–65 kilometer tenggara Halmahera Tengah dengan kedalaman 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan analisis BMKG, gempa merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme pergerakan normal fault.
Guncangan paling kuat dirasakan masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara dengan intensitas V MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan sebagian orang dapat terbangun. Guncangan juga dirasakan di Patani Timur dengan intensitas IV MMI serta Maba, Weda, Tidore, Ternate dan Jailolo dengan intensitas III MMI.
15 Rumah Mengalami Kerusakan

( Dokumentasi : K15 KK-15 rumah terdampak oleh gempa M5,5 di Halmahera Tengah. Foto bersumber dari situs Antara )
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, sementara terdapat sekitar 15 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Pendataan awal juga mencatat 15 unit rumah mengalami rusak ringan serta 1 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan.
BNPB menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan data sementara. Tim BPBD masih melakukan verifikasi dan asesmen lapangan untuk memastikan jumlah bangunan yang terdampak sekaligus mengetahui apakah masih terdapat kerusakan atau dampak lain yang belum terdata.
Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian rumah warga akibat kuatnya guncangan. Meski sebagian besar kerusakan yang tercatat masih tergolong ringan, warga yang rumahnya mengalami keretakan diimbau untuk tidak langsung menempati bagian bangunan yang dinilai belum aman.
BPBD Terus Pantau Kondisi Warga
Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah melakukan pemantauan kondisi wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa, khususnya di wilayah Patani dan Patani Utara.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah turun melakukan asesmen terhadap dampak gempa dan memantau perkembangan situasi masyarakat. Hasil penanganan dan perkembangan kondisi di lapangan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah daerah.
Hingga Rabu, 2 September 2026, kondisi masyarakat masih berada dalam pemantauan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan pemeriksaan bangunan untuk memastikan keselamatan warga serta mengetahui kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Tidak Ada Potensi Tsunami
BMKG memastikan gempa Halmahera Tengah ini tidak berpotensi tsunami. Hingga sekitar pukul 15.45 WIB pada hari kejadian, pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.
Data Dampak Sementara
| Dampak | Jumlah |
|---|---|
| KK terdampak | 15 KK |
| Rumah rusak ringan | 15 unit |
| Fasilitas kesehatan rusak ringan | 1 unit |
| Korban jiwa | Belum ada laporan |
| Status tsunami | Tidak berpotensi tsunami |
| Status data | Masih diverifikasi |
Harapan untuk Warga Halmahera Tengah
Gempa kembali mengingatkan bahwa masyarakat di wilayah Indonesia yang berada di kawasan aktif kegempaan perlu selalu memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap seluruh warga di Halmahera Tengah tetap diberikan keselamatan, ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi kondisi pascagempa. Semoga proses pendataan dan pemeriksaan bangunan dapat segera diselesaikan, warga yang terdampak memperoleh penanganan yang diperlukan, serta tidak ada kerusakan maupun dampak lain yang lebih besar.
Semoga pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait juga terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana agar masyarakat semakin terlindungi ketika gempa kembali terjadi.
Doa dan harapan terbaik untuk seluruh masyarakat Halmahera Tengah.

