Gempa Kuat Guncang Kepulauan Sangihe, Ribuan Warga Mengungsi dan Puluhan Rumah Rusak

Rabu, 10 Juni 2026. Pukul 15 : 22 WIB 

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Filipina, merusak 53 bangunan di Sulawesi Utara.

( Dokumentasi : Gempa M7,7 Guncang Sulawesi Utara, Foto bersumber dari situs Detik )

Warga Berusaha Bangkit Setelah Gempa M7,7 Guncang Sulawesi Utara

KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA – Gempa bumi kuat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada 8 Juni 2026 meninggalkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Guncangan yang dirasakan cukup kuat membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, sementara BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut setelah kondisi dinyatakan aman.

Di tengah kepanikan yang terjadi saat gempa berlangsung, ribuan warga memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Data yang dihimpun dari berbagai laporan penanganan bencana menunjukkan sedikitnya 1.160 warga terdampak harus mengungsi untuk sementara waktu sambil menunggu situasi benar-benar kondusif.

Kerusakan paling banyak terjadi pada bangunan tempat tinggal masyarakat. Hasil pendataan sementara mencatat 54 rumah mengalami kerusakan berat, 21 rumah rusak sedang, dan 8 rumah rusak ringan. Selain rumah warga, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada dua gereja, satu bangunan sekolah, serta satu rumah dinas guru yang berada di wilayah terdampak. Gangguan listrik juga sempat terjadi di beberapa daerah setelah gempa mengguncang kawasan tersebut.

27 rumah dan dua gereja di Sulawesi Utara rusak akibat gempa

Meski kerusakan bangunan cukup signifikan, hingga proses pendataan berlangsung tidak terdapat laporan korban jiwa dalam jumlah besar. Fokus utama pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana saat ini adalah memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan pemulihan fasilitas umum dan rumah yang mengalami kerusakan.

Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik tinggi sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal yang penting bagi seluruh masyarakat. Edukasi kebencanaan, sistem peringatan dini, serta pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan dampak yang lebih besar pada masa mendatang.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh warga yang terdampak. Semoga masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan. Diharapkan proses perbaikan rumah, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, serta infrastruktur lainnya dapat berjalan dengan cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Semoga berbagai langkah mitigasi dan penguatan kesiapsiagaan yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait dapat membantu mengurangi dampak kejadian serupa di masa yang akan datang.