Jumat, 5 Juni 2026. Pukul 15 : 29 WIB

( Dokumentasi : Banjirakibat abrasi di wida, seram, maluku. Foto bersumber dari situs kompas )
Talud Penahan Ombak Rusak, Gelombang Laut Hantam Permukiman Warga
Wida Timur, Maluku – Warga pesisir Negeri Administratif Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, menghadapi dampak gelombang pasang dan abrasi yang melanda wilayah mereka pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 14.25 WIT. Gelombang laut yang cukup tinggi menghantam kawasan pantai hingga menyebabkan talud penahan ombak sepanjang sekitar 110 meter mengalami kerusakan.
Rusaknya talud tersebut membuat perlindungan alami bagi permukiman warga berkurang. Akibatnya, gelombang pasang langsung menerjang area pemukiman dan menghantam sejumlah rumah yang berada di dekat garis pantai. Peristiwa ini menimbulkan kerusakan pada beberapa bangunan warga serta meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi abrasi yang lebih luas di masa mendatang.
Puluhan Warga dan Belasan Rumah Terdampak
Berdasarkan hasil kaji cepat dan pendataan yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, tercatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) atau 67 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut.
Kerusakan juga terjadi pada sektor perumahan warga. Sedikitnya empat unit rumah mengalami kerusakan sedang, sementara 15 unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan akibat terjangan gelombang yang menghantam dinding dan bagian bangunan yang berada di kawasan pesisir.
Meskipun tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, kerusakan yang terjadi menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi masyarakat yang tinggal di wilayah pantai, terutama saat cuaca dan kondisi laut sedang tidak bersahabat.
BPBD Lakukan Pendataan dan Pemantauan
Setelah menerima laporan kejadian, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, kaji cepat, serta memantau perkembangan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan penanganan dapat dilakukan secara tepat dan kondisi masyarakat terdampak dapat terus dipantau.
Kerusakan talud penahan ombak menjadi perhatian penting karena berfungsi sebagai salah satu infrastruktur pelindung permukiman dari ancaman gelombang laut dan abrasi. Apabila tidak segera diperbaiki, wilayah pesisir tersebut berpotensi menghadapi risiko kerusakan yang lebih besar saat terjadi gelombang tinggi berikutnya.
Harapan untuk Pemulihan dan Perlindungan Wilayah Pesisir
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman gelombang pasang dan abrasi. Diperlukan upaya pemulihan yang cepat, terutama pada infrastruktur pelindung pantai dan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.
Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan dalam menghadapi situasi ini. Diharapkan pula pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan talud yang rusak, memperkuat perlindungan kawasan pesisir, serta meningkatkan langkah mitigasi agar risiko kerusakan akibat gelombang pasang dan abrasi dapat diminimalkan pada masa mendatang. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

