Duka Dini Hari di Tallo: 50 Rumah Ludes Terbakar, 90 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Senin, 3 Agustus 2026. Pukul 17 : 32 WIB

Suasana pascakebakaran di kawasan Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 31 Juli 2026. (ANTARA)

( Dokumentasi : Suasana pascakebakaran di kawasan Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 31 Juli 2026. Foto bersumber dari situs ANTARA. )

Tallo, Makassar – Saat sebagian besar warga sedang tertidur lelap menikmati ketenangan malam, sirine peringatan dan kobaran api tiba-tiba memecah kegelapan di kawasan Tallo, Makassar. Dalam hitungan jam, puluhan keluarga harus menyaksikan tempat bernaung mereka rata dengan tanah.

Kronologi Kejadian

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat dini hari, 31 Juli 2026, sekitar pukul 01.26 WITA. Kebakaran melanda kawasan pemukiman padat di Jalan Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kondisi struktur bangunan yang mayoritas berupa rumah semi-permanen, ditambah embusan angin kencang di lokasi kejadian, membuat si jago merah menjalar dengan sangat cepat dari satu rumah ke rumah lainnya sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran.

Dampak Kerusakan dan Masyarakat Terdampak

Musibah ini menyisakan duka mendalam serta kerugian material yang tidak sedikit bagi warga setempat:

  • Kerusakan Bangunan: Sebanyak 50 rumah semi-permanen hangus terbakar dan mengalami rusak berat hingga tak lagi dapat dihuni.
  • Masyarakat Terdampak: Sebanyak 90 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka dan kini harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Doa dan Harapan

Segenap keluarga besar Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan rasa simpati dan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga di Kelurahan Tallo. Doa terbaik kita panjatkan agar seluruh penyintas diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.

Semoga proses pemulihan pascabencana dari pihak pemerintah daerah dan instansi terkait dapat berjalan dengan cepat, terarah, serta tepat sasaran—khususnya dalam penyediaan hunian yang layak dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban. Harapan besar pula agar langkah-langkah mitigasi serta penataan kawasan permukiman terus ditingkatkan ke depannya guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.