Dua Lansia sebatang kara, di Pinang Ranti Bertahan dengan Pekerjaan Berpenghasilan Terbatas

Rabu, 23 September 2026. Pukul 11 : 52 WIB 

Bagi sebagian orang, usia lanjut menjadi waktu untuk mengurangi aktivitas dan beristirahat. Namun bagi lansia yang hidup dengan keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga, kebutuhan sehari-hari tetap membuat mereka harus terus berusaha.

Kondisi tersebut dialami oleh Iwan, 73 tahun, dan R. Farida, 60 tahun, dua lansia di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan kemampuan yang mereka miliki.

Pada Senin, 21 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Iwan Tinggal Seorang Diri dan Masih Mengupas Botol

Iwan, 73 tahun, kini hidup sebatang kara setelah berpisah dari istrinya. Ia juga tidak memiliki anak yang dapat menjadi tempat bergantung.

Di masa sebelumnya, Iwan pernah bekerja sebagai kuli bangunan. Namun kini, ia tidak lagi menjalani pekerjaan tersebut dan berusaha mendapatkan penghasilan dengan menjadi pengupas botol.

Upah dari pekerjaan itu minim, sehingga kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi dengan sangat terbatas.

Meski sudah berusia lanjut dan hidup seorang diri, Iwan tetap berusaha bekerja sesuai kemampuannya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Ibu Farida Masih Mengandalkan Pekerjaan Serabutan

Sementara itu, R. Farida, 60 tahun, sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki seorang anak yang tinggal di Karawang dan sudah berkeluarga.

Karena tinggal jauh, anaknya jarang dapat membantu kebutuhan sang ibu. Ibu Farida pun harus mengandalkan dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, ia pernah membantu bekerja di restoran Padang. Namun saat ini pekerjaannya tidak lagi tetap dan ia hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Kondisi tersebut membuat Ibu Farida harus menjalani hari-hari dengan penghasilan yang tidak selalu bisa dipastikan.

Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok kedua lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi:

  • Beras 5 Kg
  • Minyak 1,8 Liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 Kg
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari sekaligus sedikit meringankan pengeluaran Iwan dan Ibu Farida.

Iwan kini menjalani kehidupan seorang diri tanpa anak dan masih bekerja sebagai pengupas botol dengan upah minim setelah sebelumnya menjadi kuli bangunan. Sementara Ibu Farida harus menjalani hari tua tanpa suami dan mengandalkan pekerjaan serabutan karena anaknya tinggal jauh serta jarang membantu.

Keduanya tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan kemampuan yang ada, meskipun penghasilan yang diperoleh terbatas dan tidak menentu.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan Iwan dan Ibu R. Farida. Semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.Dua Lansia di Pinang Ranti Bertahan dengan Pekerjaan Berpenghasilan Terbatas