Kamis, 1 Oktober 2026. Pukul 15 : 07 WIB
Tidak semua lansia dapat menjalani hari dengan tenang setelah memasuki usia senja. Bagi sebagian dari mereka, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari masih menjadi persoalan yang harus dipikirkan dari hari ke hari.
Kondisi tersebut juga dirasakan oleh Mista, 75 tahun, dan Farida, 67 tahun. Keduanya tinggal di kawasan Pinang Ranti dan menjalani kehidupan dengan keterbatasan ekonomi serta minimnya dukungan keluarga yang dapat menemani mereka setiap hari.
Pada Rabu, 30 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara mendatangi keduanya untuk menyerahkan bantuan paket sembako kebutuhan pokok. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari sekaligus meringankan beban yang selama ini mereka hadapi.
Mista, 75 Tahun, Bertahan dengan Bantuan Sekitar dan Sesekali Memulung


Di usia 75 tahun, Mista sudah tidak lagi memiliki istri. Anak-anaknya telah berkeluarga dan memiliki kehidupan masing-masing, sehingga bantuan yang diterimanya tidak datang secara rutin.
Dalam kesehariannya, Mista lebih banyak menjalani hidup sendiri. Untuk urusan makan, ia terkadang mendapatkan bantuan makanan dari mushola di sekitar tempat tinggalnya. Bantuan tersebut menjadi salah satu cara yang membantunya ketika tidak memiliki cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi kesehatan Mista juga sudah tidak sekuat dulu. Ia cukup sering sakit-sakitan sehingga aktivitas yang dapat dilakukan pun terbatas. Meski demikian, ketika kondisi tubuh memungkinkan, Mista terkadang masih berusaha memulung untuk mendapatkan sedikit penghasilan.
Memasuki usia lanjut dengan kondisi kesehatan yang tidak selalu baik membuat mencari penghasilan tentu bukan hal yang mudah. Namun, sebisa mungkin Mista tetap berusaha menjalani hari dan memenuhi kebutuhannya.
Bagi Mista, kebutuhan seperti beras, minyak, telur, dan bahan makanan lainnya merupakan kebutuhan yang digunakan setiap hari. Karena itu, bantuan sembako yang diterimanya dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan makan selama beberapa waktu ke depan.
Farida, 67 Tahun, Tinggal Sebatang Kara


Kondisi berbeda dialami oleh Farida, 67 tahun. Setelah suaminya meninggal dunia, Farida kini tinggal sebatang kara. Ia memiliki seorang anak, namun anak tersebut tinggal jauh di Sulawesi sehingga tidak dapat mendampingi Farida dalam kehidupan sehari-hari.
Tinggal seorang diri membuat Farida harus berusaha memenuhi berbagai kebutuhan tanpa ada anggota keluarga yang tinggal bersamanya. Untuk mendapatkan uang makan, ia kerap membantu tetangga dengan pekerjaan serabutan yang bisa dikerjakan sesuai kemampuannya.
Pekerjaan tersebut tentu tidak selalu tersedia setiap hari. Besarnya penghasilan yang didapat juga bergantung pada ada atau tidaknya pekerjaan yang dapat dilakukan. Karena itu, kebutuhan makan sehari-hari menjadi salah satu hal yang harus terus diperjuangkan.
Meski sudah berusia 67 tahun, Farida tetap berusaha membantu orang-orang di sekitarnya selama masih mampu. Dari pekerjaan sederhana tersebut, ia berusaha mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hariannya.
Kehidupan Farida menunjukkan bahwa bagi sebagian lansia yang hidup sendiri, kebutuhan dasar seperti makanan masih harus diupayakan dengan kemampuan yang terbatas.
Bantuan Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan khusus berupa paket sembako kebutuhan pokok pada Rabu, 30 September 2026.
Setiap paket bantuan berisi:
Beras 5 Kg
Minyak 2 Liter
Mie instan 20 bungkus
Telur 1 Kg
Garam 400 gram
Sarden 1 kaleng
Susu kental manis 1 kaleng
Biskuit Regal 3 pack
Berbagai kebutuhan tersebut dipilih karena merupakan bahan makanan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beras, minyak, telur, dan bahan makanan lainnya dapat disimpan dan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Bagi Mista, bantuan tersebut dapat membantu ketika kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk memulung. Sementara bagi Farida, paket sembako menjadi tambahan persediaan makanan di tengah penghasilannya dari pekerjaan serabutan yang tidak selalu ada.
Membantu Meringankan Kebutuhan di Usia Senja
Kehidupan setiap orang di usia lanjut tentu berbeda. Ada yang masih memiliki keluarga yang dapat mendampingi, namun ada pula yang harus menjalani masa tua seorang diri dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.
Mista dan Farida adalah dua di antaranya. Di tengah keterbatasan yang mereka jalani, kebutuhan sederhana seperti makanan tetap harus dipenuhi setiap hari.
Melalui penyerahan bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pokok Mista dan Farida dapat sedikit lebih terbantu. Bantuan sembako tersebut diharapkan dapat menjadi persediaan makanan dan membantu mengurangi beban pengeluaran mereka dalam beberapa waktu ke depan.
Semoga Mista dan Farida senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga pula masih ada banyak perhatian dan kepedulian yang hadir untuk para lansia yang menjalani hari-hari dalam keterbatasan.

