Kamis, 17 September 2026. Pukul 15 : 08 WIB
Kehilangan pasangan dan hidup jauh dari anak-anak menjadi kondisi yang harus dijalani sebagian lansia. Ketika dukungan keluarga terbatas, kebutuhan sehari-hari pun harus dipenuhi dengan kemampuan yang masih mereka miliki.
Hal tersebut dialami oleh Djuhadi, 63 tahun, dan Siti Amirulah, 65 tahun, dua lansia di kawasan Pinang Ranti yang telah lama menjalani kehidupan tanpa pasangan.
Pada Rabu, 16 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok sehari-hari.
Djuhadi Tinggal Seorang Diri dan Masih Memulung


Djuhadi, 63 tahun, kini hidup sebatang kara setelah istrinya meninggal dunia.
Ia memiliki empat anak yang semuanya sudah berumah tangga. Namun, dukungan yang diterima tidak banyak. Salah satu anaknya hanya dapat membantu sekitar Rp100 ribu per bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Djuhadi masih berusaha dengan memulung. Ia tetap bekerja semampunya meskipun usianya sudah lanjut dan harus menjalani kehidupan tanpa istri.
Kondisi tersebut membuat Djuhadi harus mengandalkan hasil memulung dan bantuan terbatas dari anak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ibu Siti Lama Tinggal Sendiri


Sementara itu, Siti Amirulah, 65 tahun, juga sudah kehilangan suaminya dan telah lama tinggal seorang diri.
Ia memiliki seorang anak yang saat ini sudah jarang pulang. Karena itu, Ibu Siti cukup sering mendapatkan bantuan makanan dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Meski tinggal sendiri, Ibu Siti masih berusaha melakukan aktivitas yang mampu ia kerjakan. Ia membantu sebagai pengurus kebun di dekat rumah, menjadi salah satu kegiatan yang dijalaninya dalam keseharian.
Dukungan dari warga sekitar menjadi salah satu hal yang membantu Ibu Siti menjalani hari-harinya di tengah keterbatasan keluarga.
Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok rumah tangga.
Setiap paket bantuan terdiri dari:
- Beras 5 Kg
- Minyak 2 Liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 Kg
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari bagi Djuhadi dan Ibu Siti.
Djuhadi menjalani hari tua seorang diri setelah kehilangan istri. Meski memiliki empat anak, hanya satu yang masih dapat membantu dengan jumlah yang terbatas, sehingga ia tetap memulung untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Di sisi lain, Ibu Siti juga telah lama hidup sendiri setelah suaminya meninggal. Karena anaknya jarang pulang, ia sering mengandalkan bantuan makanan dari tetangga dan tetap berusaha membantu mengurus kebun di sekitar rumah.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan keduanya. Semoga Djuhadi dan Siti Amirulah senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.

