Di Usia Senja, Ibu Carliah Masih Memulung Demi Merawat Cucu

Sabtu, 29 Agustus 2026. Pukul 12 : 39 WIB

Bagi sebagian lansia, kehidupan di hari tua masih penuh dengan tanggung jawab. Ibu Carliah tetap bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan bersama cucunya, sementara Pak Atmaja menjalani hidup seorang diri dan mengandalkan hasil memulung setiap hari.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

Bantuan diberikan kepada Ibu Carliah, berusia 59 tahun, dan Bapak Atmaja, berusia 68 tahun. Keduanya masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Ibu Carliah Tetap Memulung Sambil Merawat Cucu

Ibu Carliah, 59 tahun, kini tinggal bersama cucunya yang masih kecil.

Suami dan salah satu anaknya telah meninggal dunia. Sementara tiga anak lainnya belum dapat banyak membantu kebutuhan hidupnya. Dalam kondisi tersebut, Ibu Carliah masih bekerja sebagai pemulung untuk mendapatkan penghasilan.

Di usia yang tidak lagi muda, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat cucunya.

Pak Atmaja Hidup Seorang Diri di Kolong Tol

Sementara itu, Bapak Atmaja, 68 tahun, menjalani kehidupan seorang diri di bawah kolong tol.

Beliau tidak mendapatkan bantuan dari anak-anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Pak Atmaja masih memulung setiap hari dan mengandalkan hasil dari barang-barang bekas yang berhasil dikumpulkan.

Kondisi tempat tinggal dan keterbatasan penghasilan membuat kehidupan sehari-harinya harus dijalani dengan sangat sederhana.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Sehari-hari

Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Carliah dan Pak Atmaja dapat sedikit terbantu.

Bantuan berupa beras, minyak, mie instan, telur, garam, sarden, susu kental manis, dan biskuit diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari serta mengurangi sebagian pengeluaran yang harus mereka tanggung.

Kisah Ibu Carliah dan Pak Atmaja menunjukkan bahwa sebagian lansia masih harus bekerja di usia lanjut karena kondisi kehidupan yang terbatas. Ibu Carliah tetap memulung sambil merawat cucunya, sedangkan Pak Atmaja bertahan seorang diri dengan mengandalkan hasil memulung.

Melalui bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat memberikan sedikit keringanan bagi keduanya.

Semoga bantuan sembako ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Carliah, cucunya, dan Pak Atmaja. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.