Di Usia 80 Tahun, Ibu Ijah Masih Berjuang Setelah Mengalami Kelumpuhan

Jumat, 28 Agustus 2026. Pukul 11 : 27 WIB

Kehidupan Ibu Yayah dan Ibu Ijah tidak mudah. Satu masih memulung untuk memenuhi kebutuhan bersama cucunya, sementara yang lain harus menjalani hari tua dengan kondisi lumpuh dan bergantung pada anak yang juga berpenghasilan dari memulung.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Kertajaya, Penjaringan.

Bantuan diberikan kepada Ibu Yayah B., 61 tahun, dan Ibu Ijah, 80 tahun.

Ibu Yayah Masih Memulung untuk Menghidupi Diri dan Cucu

Ibu Yayah B., 61 tahun, sudah tidak memiliki suami.

Ia memiliki lima anak yang saat ini tinggal di kampung. Ibu Yayah kini tinggal bersama seorang cucu, anak dari salah satu putrinya yang telah meninggal dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Yayah masih bekerja sebagai pemulung. Penghasilan yang diperoleh dari memulung digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama cucunya.

Di usia yang sudah lanjut, Ibu Yayah tetap berusaha bekerja selama masih mampu.

Ibu Ijah Mengalami Kelumpuhan Setelah Tertabrak Motor

Sementara itu, Ibu Ijah, 80 tahun, mengalami kelumpuhan setelah pernah ditabrak motor.

Sejak mengalami kondisi tersebut, aktivitas Ibu Ijah menjadi sangat terbatas. Kini ia tinggal bersama anaknya yang merawat dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Anak Ibu Ijah sendiri mendapatkan penghasilan dengan bekerja sebagai pemulung. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, kebutuhan keluarga sekaligus perawatan Ibu Ijah harus dipenuhi dengan kemampuan yang ada.

Bantuan Sembako untuk Dua Lansia

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram untuk Ibu Ijah dan 10 kilogram untuk Ibu Yayah
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Membantu Kebutuhan Pangan Sehari-hari

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Ibu Yayah bersama cucunya serta Ibu Ijah dan keluarga yang merawatnya.

Kisah keduanya memperlihatkan kondisi yang berbeda. Ibu Yayah masih harus memulung untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama cucu setelah kehilangan suami dan salah satu anaknya. Sementara Ibu Ijah tidak lagi dapat beraktivitas seperti sebelumnya setelah mengalami kelumpuhan dan kini membutuhkan perawatan dari anaknya.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat sedikit meringankan pengeluaran keluarga.

Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Yayah, cucunya, Ibu Ijah, dan keluarga yang merawatnya. Semoga mereka diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.