Di Usia 71 Tahun dan Mengalami Stroke, Pak Arifin Masih Memulung

Jumat, 21 Agustus 2026. Pukul 15 : 28 WIB

Kondisi kesehatan dan usia tidak selalu membuat seseorang bisa berhenti bekerja. Pak Arifin masih memulung meski mengalami stroke dan hidup seorang diri, sementara Ibu Haryanti mulai kesulitan beraktivitas di usia 75 tahun.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang tengah menghadapi keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari.

Bantuan diberikan kepada Ibu Haryanti, lansia berusia 75 tahun, dan Bapak Arifin, berusia 71 tahun.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Ibu Haryanti Mulai Kesulitan Beraktivitas

Ibu Haryanti, 75 tahun, kini sudah tidak dapat melakukan banyak aktivitas seperti sebelumnya.

Ia memiliki empat anak. Tiga anak masih berusaha membantu kebutuhan Ibu Haryanti sesuai kemampuan, meskipun bantuan tersebut tidak selalu dapat diberikan. Sementara satu anak lainnya masih belum bekerja.

Dengan kondisi tersebut, kebutuhan sehari-hari Ibu Haryanti tetap bergantung pada kemampuan keluarga untuk membantu.

Pak Arifin Masih Memulung Meski Mengalami Stroke

Sementara itu, Bapak Arifin, 71 tahun, sudah tidak memiliki istri.

Ia memiliki tiga anak yang kini tinggal berjauhan dan tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-harinya. Akibatnya, Pak Arifin menjalani hari tua seorang diri.

Dalam kondisi tersebut, Pak Arifin masih berusaha mendapatkan penghasilan dengan memulung, meskipun ia juga mengalami stroke.

Keterbatasan kesehatan tidak membuat Pak Arifin sepenuhnya berhenti berusaha. Selama masih mampu, pekerjaan memulung tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bantuan untuk Kebutuhan Pangan

Bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Ibu Haryanti dan Pak Arifin.

Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan dapat digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari dan diharapkan membantu mengurangi sebagian pengeluaran yang harus mereka tanggung.

Kisah Ibu Haryanti dan Pak Arifin menunjukkan bahwa kondisi setiap lansia tidak selalu sama. Ada yang mulai kehilangan kemampuan untuk beraktivitas, sementara ada pula yang masih harus bekerja meski kondisi kesehatannya terbatas.

Melalui bantuan sederhana ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan sehari-hari keduanya dapat sedikit terbantu.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Haryanti dan Pak Arifin, membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka, serta semoga keduanya diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia lanjut.