Di Usia 68 Tahun, Karmini Masih Memulung untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

Sabtu, 17 Oktober 2026. Pukul 18 : 21 WIB

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada Karmini, seorang lansia berusia 68 tahun di kawasan H. Naim, Kebayoran, Jakarta Selatan. Di tengah keterbatasan dukungan keluarga, Karmini masih harus bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karmini Tetap Berjuang Setelah Kehilangan Suami dan Anak

Karmini merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki suami. Ia juga telah kehilangan salah satu anaknya yang meninggal dunia. Sementara itu, anaknya yang lain kini tinggal bersama suaminya dan jarang memberikan bantuan kepada Karmini.

Kondisi tersebut membuat Karmini harus berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Di usianya yang sudah 68 tahun, ia masih memulung untuk mendapatkan penghasilan, meskipun pekerjaan itu tidak selalu memberikan hasil yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya.

Keterbatasan dukungan keluarga dan penghasilan yang bergantung pada hasil memulung membuat kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri. Karmini tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan mengandalkan apa yang bisa ia dapatkan dari pekerjaan tersebut.

Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melihat kondisi Karmini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangannya. Paket bantuan tersebut berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.

Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan Karmini dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari, terutama karena ia masih mengandalkan hasil memulung di usia senja.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menyalurkan bantuan kepada para lansia yang menghadapi keterbatasan dan masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.