Di Usia 60-an, Ibu Eti dan Pak Mad Suri Masih Memulung untuk Bertahan Hidup

Selasa, 18 Agustus 2026. Pukul 17 : 52 WIB

Di usia yang seharusnya lebih banyak digunakan untuk beristirahat, Ibu Eti dan Pak Mad Suri masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keduanya mengandalkan hasil memulung di tengah kondisi keluarga yang terbatas.

Pada Senin, 17 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup di usia lanjut.

Penerima bantuan kali ini adalah Ibu Eti Wagiah, lansia berusia 61 tahun, dan Bapak Mad Suri, berusia 60 tahun.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Ibu Eti Masih Memulung Bersama Anak

Ibu Eti Wagiah, 61 tahun, sudah kehilangan suaminya. Ia kini tinggal bersama lima anaknya, sementara satu anak lainnya sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak.

Dalam kondisi keluarga yang terbatas, Ibu Eti masih bekerja sebagai pemulung bersama salah satu anaknya.

Empat anak lainnya tidak banyak memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, Ibu Eti dan anaknya tetap berusaha mencari penghasilan sendiri dari hasil memulung.

Di usia 61 tahun, pekerjaan tersebut masih harus dijalani untuk membantu memenuhi kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari.

Pak Mad Suri Masih Berusaha di Hari Tua

Sementara itu, Bapak Mad Suri, berusia 60 tahun, juga telah kehilangan istrinya.

Ia tinggal bersama seorang anak yang juga bekerja sebagai pemulung. Keduanya sama-sama berusaha mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi ini membuat Pak Mad Suri tetap harus bekerja meski sudah memasuki usia lanjut.

Bantuan untuk Kebutuhan Sehari-hari

Bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan Ibu Eti, Pak Mad Suri, dan keluarga.

Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan dapat digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari sehingga sedikit mengurangi pengeluaran yang harus mereka tanggung.

Kisah Ibu Eti dan Pak Mad Suri menjadi gambaran bahwa kondisi ekonomi membuat sebagian lansia masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kehilangan pasangan dan terbatasnya dukungan keluarga juga membuat mereka harus tetap berusaha dengan kemampuan yang dimiliki.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Eti, Pak Mad Suri, dan keluarga, serta membantu meringankan kebutuhan sehari-hari. Semoga mereka selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.