Kamis, 3 September 2026. Pukul 15 : 21 WIB
Merawat seorang anak hingga dewasa membutuhkan kesabaran dan perhatian yang tidak sedikit. Bagi seorang ibu, tanggung jawab itu bahkan dapat terus berlanjut ketika anaknya sudah memasuki usia dewasa dan masih membutuhkan pendampingan setiap hari.
Hal tersebut dijalani oleh ibu Anggara, seorang pemuda berusia 35 tahun yang mengalami autisme sejak lahir. Hingga kini, Anggara masih mendapatkan perawatan dan pendampingan dari sang ibu.
Pada 2 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako khusus untuk Anggara dan keluarganya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok sehari-hari di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Dirawat Sang Ibu Sejak Lahir


Anggara telah mengalami autisme sejak lahir. Dalam menjalani kesehariannya, ia masih didampingi dan dirawat oleh ibunya.
Sementara itu, dua saudara Anggara sudah berumah tangga. Keduanya tetap berusaha membantu keluarga, namun saat ini bantuan yang diberikan lebih banyak untuk membantu kebutuhan kontrakan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu Anggara bekerja sebagai tukang jahit baju lepasan. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tidak besar dan harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.
Di tengah keterbatasan tersebut, sang ibu tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya untuk merawat Anggara dan memenuhi kebutuhan rumah tangga semampunya.
Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan Sehari-hari

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi berbagai kebutuhan pokok rumah tangga.
Bantuan sembako yang diberikan kepada Anggara terdiri dari:
- Beras 5 Kg
- Minyak 2 Liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 Kg
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Sari Gandum 20 pcs
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari keluarga Anggara.
Perjuangan ibu Anggara menjadi gambaran bahwa merawat seorang anak dengan kebutuhan khusus membutuhkan kesabaran dan keteguhan yang panjang. Di usia 35 tahun, Anggara masih mendapatkan perhatian penuh dari sang ibu yang terus berusaha mencukupi kebutuhan keluarga melalui pekerjaan menjahit dengan penghasilan terbatas.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Anggara dan keluarganya, serta membantu memenuhi kebutuhan mereka untuk beberapa waktu ke depan.
Yayasan Amal Peduli Nusantara juga berharap Anggara selalu mendapatkan perawatan, kasih sayang, dan pendampingan dari keluarga, serta sang ibu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani setiap hari.

