Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Dua Lansia di Tangerang Terima Bantuan Sembako

Jumat, 19 Juni 2026. Pukul 15 : 29 WIB

Di usia senja, sebagian lansia masih harus menghadapi berbagai tantangan hidup. Keterbatasan ekonomi, kondisi keluarga yang sulit, hingga tanggung jawab mengurus anggota keluarga membuat hari-hari mereka tidak selalu berjalan mudah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Tangerang.

Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari para penerima manfaat yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Mie instan
  • Sarden
  • Susu kental manis
  • Telur
  • Garam
  • Biskuit Regal

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat dalam beberapa waktu ke depan.


Sri Gundiyati (80 Tahun), Bertahan Bersama Keluarga dengan Penghasilan Tidak Menentu

Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Sri Gundiyati, lansia berusia 80 tahun yang tinggal bersama suaminya.

Di usia yang sudah lanjut, kehidupan keluarga mereka masih diwarnai berbagai keterbatasan ekonomi. Ibu Sri memiliki dua orang anak yang bekerja sebagai pemulung rongsokan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tentu tidak menentu dan sering kali belum mencukupi seluruh kebutuhan keluarga. Dalam kesehariannya, keluarga ini juga mengandalkan bantuan dari warga sekitar yang peduli terhadap kondisi mereka.

Meski hidup sederhana, mereka tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh ketabahan.


Ndat (60 Tahun), Menghabiskan Hari Tua dengan Merawat Cucu

Bantuan juga diberikan kepada Ibu Ndat, lansia berusia 60 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya.

Dari dua anak yang dimiliki, salah satunya telah menjanda dan bekerja sebagai pelayan restoran dengan penghasilan yang terbatas. Selain harus memenuhi kebutuhan hidup sendiri, anaknya juga memiliki seorang anak yang masih balita dan membutuhkan perhatian serta biaya yang tidak sedikit.

Dalam kondisi tersebut, Ibu Ndat mengambil peran penting dengan membantu merawat cucunya setiap hari. Kehadirannya menjadi dukungan besar bagi anaknya yang harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Meski hidup dalam keterbatasan, Ibu Ndat tetap menjalani hari-harinya dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang kepada keluarganya.


Kepedulian untuk Lansia yang Membutuhkan

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berupaya membantu para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kisah Ibu Sri Gundiyati dan Ibu Ndat menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang tetap berjuang dan mengambil peran penting bagi keluarganya meskipun usia mereka tidak lagi muda.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program kemanusiaan ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat serta menjadi penyemangat bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai keterbatasan hidup.