Di Tengah Keterbatasan, Dua Lansia Ini Tak Pernah Berhenti Berjuang

Selasa, 4 Agustus 2026. Pukul 12 : 38 WIB

Tidak semua lansia dapat menikmati masa tua dengan kehidupan yang tenang. Sebagian masih harus memikul tanggung jawab besar demi keluarga, mulai dari merawat cucu hingga tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang yang mereka cintai. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, semangat mereka untuk bertahan hidup patut diapresiasi dan didukung bersama.

Pada Senin, 3 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Jalan Ceger Raya, Gang Iwapi RT 005/RW 004, Pondok Aren.

Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Amal Peduli Nusantara untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok para lansia yang masih menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan ekonomi.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kilogram
  • Susu kental manis 1 kilogram
  • Biskuit Regal 3 pack

Dasmi (79 Tahun), Merawat Cucu yang Kehilangan Kedua Orang Tuanya

Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Dasmi, lansia berusia 79 tahun yang telah ditinggal suaminya.

Di usia senjanya, Ibu Dasmi masih merawat seorang cucu yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Sementara itu, dua anaknya bekerja mencari rongsokan dengan penghasilan yang terbatas, sehingga kemampuan mereka untuk membantu kebutuhan keluarga juga sangat terbatas.

Meski kondisi ekonomi tidak mudah, Ibu Dasmi tetap berusaha menjalankan perannya sebagai pengasuh dan tempat bersandar bagi sang cucu.


Bapak Kaman (67 Tahun), Memulung Demi Mengirim Nafkah untuk Istri yang Sakit Stroke

Bantuan juga diberikan kepada Bapak Kaman, lansia berusia 67 tahun yang saat ini tinggal di sebuah musala.

Istrinya yang sedang mengalami stroke tinggal di kampung dan membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Pak Kaman bekerja sebagai pemulung rongsokan. Sebagian besar penghasilan yang diperolehnya dikirim kepada sang istri agar tetap dapat menjalani perawatan dan memenuhi kebutuhan hidup.

Meski harus hidup jauh dari keluarga dan menjalani pekerjaan yang berat di usia lanjut, Pak Kaman tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang suami.


Kepedulian yang Menguatkan Perjuangan

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari Ibu Dasmi dan Pak Kaman, sehingga mereka dapat menjalani hari-hari dengan sedikit lebih ringan.

Kisah keduanya menunjukkan bahwa kasih sayang kepada keluarga tidak berhenti karena usia. Ada yang tetap merawat cucu yang membutuhkan perhatian, ada pula yang terus bekerja demi pasangan yang sedang sakit. Semoga bantuan yang diberikan menjadi penyemangat bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera di berbagai daerah.

Semoga bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan Ibu Dasmi dan Pak Kaman, serta semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani hari-hari di usia senja.