Dari Stroke hingga Penghasilan Rp200 Ribu Sebulan, 3 Lansia di Pondok Aren terus bertahan

Sabtu, 26 September 2026. Pukul 19 : 08 WIB

Di usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi setiap hari. Namun ketika kondisi kesehatan menurun dan penghasilan terbatas, sebagian lansia masih harus bekerja dengan kemampuan yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Kondisi tersebut dialami oleh Sunari, 60 tahun, Toni, 57 tahun, dan Dana, 70 tahun, tiga penerima manfaat di kawasan Pondok Aren yang menjalani kehidupan dengan tantangan masing-masing.

Pada Jumat, 25 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada ketiganya untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Ibu Sunari Tetap Memulung Meski Mengalami Stroke

Sunari, 60 tahun, saat ini mengalami stroke. Ia tinggal bersama anaknya yang tidak bekerja dan seorang cucu yang masih bersekolah.

Di tengah kondisi keluarga yang terbatas, Ibu Sunari masih berusaha mendapatkan penghasilan dengan memulung.

Aktivitas tersebut dijalani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bersama anak dan cucunya. Meski kondisi kesehatannya sudah tidak seperti sebelumnya, Ibu Sunari tetap berusaha melakukan apa yang masih mampu dikerjakan.

Toni Tinggal Seorang Diri dengan Penghasilan Terbatas

Sementara itu, Toni, 57 tahun, hidup sebatang kara. Ia sudah lama berpisah dari istrinya dan kini menjalani kehidupan seorang diri.

Toni juga sering mengalami sakit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia masih bekerja sebagai pemulung.

Saat ini, Toni tinggal di tempat bos lapak dan memperoleh penghasilan sekitar Rp200 ribu per bulan.

Dengan pemasukan tersebut, kebutuhan hidup harus dipenuhi dengan sangat terbatas. Meski demikian, Toni tetap berusaha bekerja untuk mendapatkan penghasilan.

Pak Dana Tetap Memulung Sambil Mengurus Cucu

Kisah lainnya datang dari Dana, 70 tahun, yang mengalami stroke dan tinggal bersama istrinya.

Dana memiliki tujuh anak, tetapi tidak ada yang saat ini memberikan bantuan untuk kebutuhan mereka.

Di tengah kondisi tersebut, Pak Dana justru masih ikut mengurus cucu-cucunya yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua mereka.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup, Pak Dana masih berkeliling memulung. Aktivitas tersebut tetap dilakukannya meski kondisi kesehatan sudah terbatas dan usianya telah lanjut.

Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi para penerima manfaat, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako dengan jumlah beras yang disesuaikan.

Ibu Sunari dan Bapak Toni masing-masing menerima beras 5 Kg, sedangkan Bapak Dana menerima beras 10 Kg.

Isi bantuan lainnya terdiri dari:

  • Minyak 2 Liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 Kg
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari sekaligus sedikit meringankan beban para penerima manfaat.

Ibu Sunari masih memulung meski mengalami stroke dan harus membantu memenuhi kebutuhan anak serta cucunya. Toni menjalani hidup seorang diri dengan kondisi kesehatan yang sering terganggu dan penghasilan sekitar Rp200 ribu per bulan. Sementara Pak Dana masih memulung meski mengalami stroke, sekaligus tetap mengurus cucu-cucunya di tengah minimnya dukungan dari ketujuh anaknya.

Ketiganya menjalani kehidupan dengan kondisi yang berbeda, tetapi sama-sama harus berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Ibu Sunari, Bapak Toni, dan Bapak Dana beserta keluarga mereka. Semoga semuanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.