Dari Pelayan Restoran, Memulung, hingga Bertahan Setelah Stroke: Kisah Tiga Lansia di Pinang Ranti

Kamis, 17 September 2026. Pukul 10 : 29 WIB

Tidak semua lansia dapat menjalani masa tua dengan kondisi yang tenang. Sebagian masih harus menghadapi keterbatasan penghasilan, kondisi kesehatan, hingga minimnya dukungan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut dialami oleh Agus Santika, Ali Amsyah, dan Satinem, tiga lansia di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, yang memiliki cerita berbeda tetapi sama-sama menghadapi keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Rabu, 16 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada ketiganya untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Agus Santika Tak Lagi Bekerja, Istri Menjadi Penopang Keluarga

Agus Santika, 69 tahun, saat ini sudah tidak bekerja. Sebelumnya, ia mencari penghasilan sebagai tukang ojek pangkalan.

Kini kebutuhan keluarga lebih banyak ditopang oleh istrinya yang bekerja sebagai pelayan restoran. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, keluarga ini juga masih memiliki dua anak yang sedang bersekolah.

Dengan tidak adanya penghasilan dari Agus, sang istri harus terus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus biaya pendidikan anak-anak.

Bantuan sembako menjadi salah satu bentuk dukungan yang diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian kebutuhan keluarga sehari-hari.

Enam Tahun Mengalami Stroke, Ali Amsyah Dirawat Istri

Sementara itu, Ali Amsyah, 69 tahun, telah mengalami stroke selama sekitar enam tahun.

Kondisinya membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas. Ia tinggal bersama istrinya yang berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan bekerja sebagai pemulung.

Ali memiliki satu anak, tetapi anak tersebut disebut jarang memberikan bantuan uang. Karena itu, kebutuhan keluarga lebih banyak bergantung pada usaha sang istri dan kemampuan mereka menjalani kehidupan sehari-hari.

Di tengah kondisi kesehatan Ali yang terbatas, istrinya tetap berusaha mencari penghasilan dengan memulung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Satinem Tinggal Seorang Diri dan Masih Memulung

Kisah lainnya datang dari Sat inem, 60 tahun, yang hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal dunia.

Keempat anaknya sudah berkeluarga. Namun, mereka juga menghadapi kesulitan ekonomi sehingga tidak dapat banyak membantu kebutuhan sang ibu.

Untuk bertahan hidup, Sat inem masih mengandalkan pekerjaan memulung. Penghasilan yang diperoleh tidak selalu cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Ketika tidak memiliki cukup uang, Sat inem kerap meminjam kebutuhan makan dari warung. Setelah itu, ia kembali berusaha memenuhi kebutuhan hidup dari hasil memulung.

Di usia 60 tahun, Sat inem tetap berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri meskipun menjalani kehidupan tanpa pendamping.

Bantuan Sembako untuk Tiga Lansia

Untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima manfaat, Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada ketiga lansia tersebut.

Pembagian beras disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima. Bapak Agus Santika menerima beras 10 Kg, sedangkan Bapak Ali Amsyah dan Ibu Sat inem masing-masing menerima beras 5 Kg.

Isi bantuan lainnya terdiri dari:

  • Minyak 2 Liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 Kg
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari sekaligus sedikit meringankan beban pengeluaran keluarga.

Agus Santika kini sudah tidak bekerja dan kebutuhan keluarga lebih banyak mengandalkan penghasilan istrinya yang menjadi pelayan restoran. Ali Amsyah menjalani kehidupan dengan kondisi stroke selama enam tahun dan bergantung pada istri yang masih memulung. Sementara Sat inem hidup seorang diri setelah kehilangan suami dan masih harus memulung serta terkadang berutang di warung untuk makan.

Tiga kisah ini menunjukkan bahwa keterbatasan di usia lanjut dapat hadir dalam berbagai bentuk, baik karena kondisi kesehatan, hilangnya sumber penghasilan, maupun terbatasnya dukungan keluarga.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Agus Santika, Ali Amsyah, Sat inem, dan keluarga mereka. Semoga mereka selalu diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.