Jumat, 4 September 2026. Pukul 18 : 29 WIB
Memasuki usia lanjut tidak selalu berarti seseorang bisa sepenuhnya berhenti memikirkan kebutuhan sehari-hari. Bagi sebagian lansia, keterbatasan kondisi keluarga dan ekonomi membuat mereka tetap harus menjalani kehidupan dengan segala kemampuan yang ada.
Kondisi tersebut dialami oleh Ibu Rositi dan Bapak Pei, dua lansia yang menjalani kehidupan dengan keadaan serba terbatas.
Pada Jumat, 4 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok sehari-hari.
Ibu Rositi Kehilangan Tiga Anak


Ibu Rositi merupakan seorang lansia yang kini hidup tanpa suami. Dari tujuh anak yang pernah dimilikinya, tiga di antaranya telah meninggal dunia.
Salah satu anak Ibu Rositi juga mengalami kondisi keterbatasan mental. Sementara dari tiga anak lainnya, hanya satu yang saat ini masih berusaha membantu kebutuhan ibunya semampunya.
Anak tersebut mengandalkan pekerjaan dengan memulung dan berjualan piscok untuk mendapatkan penghasilan. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, bantuan kepada Ibu Rositi pun hanya dapat diberikan sesuai kemampuan.
Di usia senjanya, Ibu Rositi harus menjalani kehidupan dengan dukungan keluarga yang juga tidak berada dalam kondisi berkecukupan.
Bapak Pei Masih Memulung Bersama Istri

Kisah lainnya datang dari Bapak Pei, seorang lansia yang hidup bersama istrinya. Keduanya tidak memiliki anak.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bapak Pei dan istrinya masih pergi memulung setiap hari. Dari pekerjaan tersebut, mereka mendapatkan penghasilan sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari.
Jumlah tersebut tentu harus digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi tertentu, keduanya juga kerap mendapatkan bantuan dari warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan makan.
Meski usia sudah lanjut dan penghasilan sangat terbatas, Bapak Pei dan istrinya tetap berusaha menjalani hari-hari dengan mengandalkan kemampuan yang mereka miliki.
Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi sejumlah kebutuhan pokok.
Setiap paket bantuan terdiri dari:
- Beras 5 Kg
- Minyak 2 Liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 Kg
- Garam 400 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Sari Gandum 20 pcs
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan rumah tangga Ibu Rositi serta Bapak Pei dan istrinya, terutama di tengah kondisi penghasilan yang sangat terbatas.
Kisah Ibu Rositi dan Bapak Pei menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang harus bertahan dengan keadaan yang tidak mudah. Ada yang mengandalkan bantuan anak dengan kemampuan terbatas, ada pula yang masih harus memulung bersama pasangan demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan mereka. Semoga Ibu Rositi, Bapak Pei, dan istrinya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menjalani hari-hari mereka.

