Senin, 31 Agustus 2026. Pukul 15 : 11 WIB
Bagi tiga lansia di Kertajaya, menjalani hari tua bukan perkara mudah. Mereka hidup seorang diri, memiliki penghasilan yang sangat terbatas, dan masih harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Pada Jumat, 28 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di Kertajaya, Penjaringan.
Ketiga penerima manfaat tersebut adalah Bapak Wiryo, Bapak Sumadi, dan Bapak Subari. Ketiganya memiliki kisah yang berbeda, tetapi sama-sama menghadapi keterbatasan ekonomi dan minimnya dukungan keluarga.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 400 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Wiryo (65 Tahun), Memulung dan Sering Berutang untuk Makan


Bapak Wiryo, 65 tahun, menjalani kehidupan seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau bekerja sebagai pemulung.
Penghasilan yang diperoleh tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan makan. Dalam kondisi tertentu, Pak Wiryo bahkan harus berutang agar tetap dapat makan.
Saat ini beliau tinggal di lokasi pengepul barang bekas. Sementara anaknya tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan kondisi tersebut, Pak Wiryo tetap berusaha memulung selama masih mampu untuk mendapatkan penghasilan.
Sumadi (61 Tahun), Bertahan dengan Penghasilan Sekitar Rp300 Ribu Sebulan


Bapak Sumadi, berusia 61 tahun, juga hidup sebatang kara. Kondisi tempat tinggalnya sangat terbatas karena beliau tinggal di sebuah WC umum.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Pak Sumadi mendapatkan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan. Penghasilan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan sangat terbatas.
Ia memiliki saudara, namun mereka tinggal berjauhan sehingga tidak dapat mendampingi atau membantu secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Subari (63 Tahun), Tetap Memulung Setelah Mengalami Kecelakaan


Bapak Subari, 63 tahun, hidup sebatang kara dan saat ini tinggal menumpang di rumah kakaknya.
Sebelumnya, Pak Subari pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera serius pada bagian kepala. Setelah peristiwa tersebut, istrinya pergi dan tidak lagi mendampinginya.
Dalam kondisi kehidupan yang berubah, Pak Subari kini mengandalkan pekerjaan sebagai pemulung untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski harus menghadapi dampak dari kecelakaan dan hidup dengan keterbatasan, beliau tetap berusaha bekerja sesuai kemampuan yang dimiliki.
Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Pangan
Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Pak Wiryo, Pak Sumadi, dan Pak Subari dapat sedikit terbantu.
Bantuan berupa beras, minyak, mie instan, telur, garam, sarden, susu kental manis, dan biskuit diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan mengurangi sebagian pengeluaran yang harus mereka tanggung.
Ketiga lansia ini menghadapi kondisi yang cukup berbeda. Pak Wiryo tinggal di lokasi pengepul dan terkadang harus berutang untuk makan. Pak Sumadi bertahan dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan dan tinggal di WC umum. Sementara Pak Subari masih memulung setelah mengalami kecelakaan yang mengubah kehidupannya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang menjalani hari tua dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian dari lingkungan sekitar.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Pak Wiryo, Pak Sumadi, dan Pak Subari, membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka, serta memberikan sedikit keringanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

