Selasa, 20 Oktober 2026. Pukul 18 : 16 WIB
Pada Selasa, 20 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Kampung Sentiong, Tangerang. Mereka adalah Mernah, 58 tahun, dan Emih, 60 tahun. Keduanya sudah tidak memiliki suami dan masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup melalui pekerjaan membungkus makanan ringan dengan upah yang terbatas.
Mernah Mendapat Upah Rp30 Ribu Seminggu untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup


Mernah, 58 tahun, merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki tiga anak yang semuanya telah berkeluarga, tetapi kini jarang memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Mernah masih bekerja sebagai tukang bungkus makanan ringan. Dari pekerjaan itu, ia hanya memperoleh upah sekitar Rp30 ribu per minggu. Penghasilan tersebut tentu sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari.
Ketika penghasilannya tidak mencukupi, Mernah terkadang mendapat bantuan makanan dari tetangga di sekitarnya. Bantuan tersebut menjadi salah satu penopang ketika ia kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Meski sudah memasuki usia senja, Mernah tetap berusaha bekerja sesuai kemampuannya agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri.
Emih Tetap Membungkus Snack Meski Penghasilannya Minim


Kondisi serupa juga dialami Emih, perempuan berusia 60 tahun yang sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki empat anak yang semuanya telah berumah tangga, tetapi kini sudah jarang membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Untuk mendapatkan penghasilan, Emih bekerja sebagai tukang bungkus makanan ringan dengan upah mingguan yang minim. Hasil pekerjaannya menjadi salah satu sumber penghidupan yang ia andalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan penghasilan terbatas dan bantuan anak-anak yang tidak selalu tersedia, Emih terkadang harus mengandalkan kepedulian tetangga untuk mendapatkan makanan. Keadaan ini membuat kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi dari hari ke hari.
Di usianya yang sudah 60 tahun, Emih masih berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, meskipun penghasilan yang diperoleh belum selalu mencukupi.
Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Sehari-hari

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Mernah dan Emih. Setiap paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.
Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan membantu meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari mereka, terutama ketika penghasilan dari pekerjaan membungkus makanan ringan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menyalurkan bantuan kepada para lansia yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

