Berpenghasilan Rp30 Ribu Seminggu, Ibu Ona Masih Memulung di Usia 85 Tahun, Bantuan Sembako Disalurkan di Penjaringan

Kamis, 5 November 2026. Pukul 19 : 03 WIB

Pada Rabu, 4 November 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di kawasan Penjaringan, yaitu Ibu Ona, 85 tahun, dan Ibu Sumarni, 60 tahun. Keduanya menjalani kehidupan dengan keterbatasan ekonomi dan masih harus berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Ibu Ona Tetap Memulung Meski Mengalami Sakit Jantung

Ibu Ona merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki lima anak, tetapi empat di antaranya sudah tidak pernah memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Saat ini, Ibu Ona tinggal bersama satu anaknya yang belum memiliki pekerjaan. Untuk mendapatkan penghasilan, ia masih bekerja sebagai pemulung meskipun usianya sudah 85 tahun dan memiliki masalah kesehatan berupa sakit jantung.

Dari hasil memulung, Ibu Ona hanya memperoleh sekitar Rp30 ribu dalam satu minggu. Penghasilan tersebut tentu sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari, terlebih dengan kondisi kesehatannya yang membutuhkan perhatian.

Meski sudah lanjut usia, Ibu Ona tetap berusaha mengumpulkan barang-barang bekas agar bisa mendapatkan sedikit uang untuk bertahan hidup bersama anaknya.

Sumarni Mengolah Sayuran Buangan Pasar untuk Dijual Kembali

Penerima bantuan berikutnya adalah Ibu Sumarni, seorang lansia berusia 60 tahun yang kini menjalani kehidupan seorang diri setelah kehilangan suami dan kedua anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Sumarni setiap hari mencari sayuran yang sudah dibuang di pasar tetapi masih layak diolah. Sayuran tersebut kemudian dibersihkan, dimasak, dan dijual kembali untuk mendapatkan penghasilan.

Dari pekerjaan sederhana tersebut, Sumarni berusaha mendapatkan uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun, pemasukan yang diperoleh masih sangat minim dan tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan makan maupun keperluan lainnya.

Tanpa suami dan anak yang bisa mendampingi, Sumarni harus mengandalkan usahanya sendiri untuk bertahan hidup. Di tengah keterbatasan tersebut, setiap penghasilan dari sayuran yang berhasil dijual menjadi sangat berarti baginya.

Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Sehari-hari

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Masing-masing paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 400 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.

Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari Ibu Ona dan Ibu Sumarni. Tambahan bahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan penghasilan.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menjangkau para lansia yang membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.