Berpenghasilan Rp100 Ribu Seminggu, Hasan Tetap Bekerja di Usia Senja, Djayadi Bertahan Hidup di Kolong Tol

Senin, 26 Oktober 2026. Pukul 12 : 45 WIB

Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di kawasan Penjaringan, yaitu Hasan, 66 tahun, dan Djayadi, 60 tahun. Keduanya menjalani kehidupan dengan keterbatasan ekonomi dan harus berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasan Tetap Bekerja sebagai Kenek Truk di Usia 66 Tahun

Hasan merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki istri. Ia memiliki dua anak yang keduanya telah berumah tangga, tetapi kini tidak lagi memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk mendapatkan penghasilan, Hasan masih bekerja sebagai kenek truk. Namun, kesempatan bekerja tidak selalu tersedia. Dalam satu minggu, ia biasanya hanya bekerja sekitar dua hingga tiga hari dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per minggu.

Pendapatan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari. Dengan penghasilan yang terbatas, Hasan perlu mengatur pengeluarannya dengan hati-hati agar tetap bisa bertahan hidup.

Meski sudah memasuki usia senja, Hasan masih berusaha bekerja sesuai kesempatan yang ada. Penghasilan dari pekerjaan sebagai kenek truk menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Djayadi Tinggal di Kolong Tol dan Mengandalkan Hasil Memulung

Penerima bantuan berikutnya adalah Djayadi, seorang pria berusia 60 tahun yang kini tinggal seorang diri di bawah kolong tol. Ia sudah berpisah dari istrinya yang saat ini tinggal di kampung.

Djayadi memiliki dua anak yang kini tinggal terpisah darinya dan tidak lagi memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kondisi tersebut, ia harus berusaha sendiri untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Djayadi bekerja sebagai pemulung dengan mengumpulkan barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Hasil dari pekerjaan tersebut menjadi sumber penghidupannya, meskipun pendapatannya tidak menentu.

Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, kondisi tempat tinggalnya juga membuat kehidupan sehari-hari menjadi tidak mudah. Tanpa dukungan keluarga yang dapat diandalkan, Djayadi harus terus berusaha agar bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.

Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Hasan dan Djayadi. Masing-masing paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 1,8 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari kedua penerima bantuan. Tambahan bahan pangan ini menjadi dukungan berarti bagi mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan penghasilan terbatas.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para lansia yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.